Lucia Taroreh Siap Kawal Asmara Ranotongkor

TOMBARIRI, MANADONEWS – Masyarakat yang berdomisili di Ranotongkor Kecamatan Tombariri Timur merindukan adanya SMA/SMK di wilayah mereka.

Pasalnya selama ini untuk kepentingan pendidikan tingkat menengah atas dan kejuruan, anak – anak mereka harus menimba ilmu di Tanawangko atau ke Tomohon.

Itulah salah satu poin yang mengemuka saat Anggota DPRD Sulut Lucia Taroreh menyerap aspirasi masyarakat (Asmara) pada Reses III di Desa Ranotongkor, Kecamatan Tombariri Timur, Jumat (15/12/2017).

Penyerahan bantua untuk pembangunan di Desa Ranotongkor/

“Dengan jarak itu, setiap harinya kami harus memberikan uang kepada anak kami minimal 50 ribu per hari,” ungkap salah salah warga.

Selain urgensitas gedung sekolah, kepada legislator Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulut, itu warga mengharapkan adanya bantuan air bersih dan sangat memerlukan bantuan RTLH mengingat di tahun 2017 ini masih banyak keluarga yang tidak mendapat bantuan.

Masyarakat yang menghadiri Reses

Atas semua aspirasi itu, Taroreh yang juga menginformasikan seputar program – program pembangunan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah mengungkapkan tekadnya untuk meneruskannya ke tingkat DPRD serta akan mengawalnya hingga ke instansi terkait.

Baca Juga:  3 Mei, PDAM Bolmong Terima Penghargaan

“Masyarakat juga menghendaki adanya sarana/prasarana olahraga, pelatihan untuk ibu – ibu, kaum perempuan dan generasi muda agar nantinya bisa memiliki ketrampilan serta keahlian yang pada kelanjutannya mereka bisa mandiri,” papar Srikandi Dapil Minahasa – Tomohon itu.

Lanjutnya, warga sempat menyentil kembali terkait bantuan Sapi dan lainnya yang dijanjikan Dinas Peternakan tiga tahun lalu.

“Sampai saat ini, menurut warga, janji tersebut belum terealisasi,” tutur personil Komisi IV DPRD Sulut itu.

Kebersamaan dengan masyarakat

Taroreh mengaku sangat senang atas aspirasi dari masyarakat.

“Ini memperlihatkan kalau masyarakat kita ingin maju dan berubah menjadi lebih baik demi meningkatkan taraf hidup,” tukasnya.

Pada Reses yang turut dihadiri perangkat Desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama serta hampir 200 orang itu, sekaligus dilakukan pemeriksaan mata dan pembagiaan kacamata gratis oleh tim dokter dari BKMM.

Fik

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *