,

Pemerintah dan Masyarakat Minsel Doakan Korban Aksi Teror Surabaya

oleh
Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan

MINSEL, Manadonews.co.id – Tragedi bom di Surabaya menguatkan indikasi bahwa ancaman terorisme sangatlah nyata. Aksi ini hanya berselang beberapa hari dari aksi penyanderaan yang dilakukan 156 narapidana teroris terhadap 9 anggota polisi, 5 di antaranya gugur.

Atas insiden itu, mulai dari Presiden RI Joko Widodo,para pemimpin lembaga negara,para Menteri,Pemimpin Umat beragama hingga seluruh masyarakat Indonesia dan dunia menyatakan kecematan,kutukan dan pernyataan bela sungkawa yang mendalam.

Bupati Kabupaten Minahasa Selatan Chiristiany Euginia Paruntu SE (CEP) melalui Kabag Humas dan Protokoler Hendri Palit Kepada media ini Minggu (13/5/2018) via pesan berbasis data menegaskan sangat mengecam dan mengutuk keras peristiwa yang tidak berprikemanusian dan tergolong biadab itu.”Bupati CEP atas nama pemerintah dan rakyat Kabupaten Minsel mengutuk tindakan keji ini”ujar Hendri mengutip penegasan Bupati CEP.

Hendri menegaskan terlepas dari kecaman keras, Bupati CEP mengatakan bahwa peristiwa kemanusiaan yang menimpah umat nasrani di Surabaya itu seakan menjadi luka baru kepedihan bangsa Indonesia yang baru saja kehilangan lima anggota Brimob pada insiden di Mako Brimob pekan lalu.”Saya atas nama pemerintah dan rakyat kabupaten Minsel menyatakan bela sungkawa yang dalam dan mendukung penuh dalam doa seluruh umat beragama di daerah ini.” ungkap Bupati CEP.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Pagi Ini Satu Bom Meledak di Polrestabes Surabaya

Sebagai tindak lanjut dan antisipasi kondisi keamanan yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat dan umat beragama,Bupati CEP berharap masyarakat turut membantu aparat keamanan dengan cara informasi dini dan mengamankan wilayah masing serta kembali mengaktifkan kegiatan Pos Siskamling di lingkungan masing-masing.

“Diharapkan aparat kepolisian,TNI dan masyarakat bersama menjaga dan menciptakan kondisi Kamtibmas didaerah ini.” tandas Bupati CEP sambil berharap agar masyarakat dan umat beragama dan aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu perpepecahan yang mungkin dilakukan oleh oknum atau kelompok tertentu. (Nando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *