Siswi Termudah Kelas 2 SD Minut, Ikut Lomba Bridge Nasional di Batam

oleh

AIRMADIDI, MANADONEWS – Kebanyakan siswa siswi di seluruh Indonesia minat membaca menurun, karena kebanyakan gadget lebih leluasa menjamur. Tapi, tidak sama dengan Pray Justitia Caesara Ismail. Siswi kelas 2 SD Manado Independent School (MIS) Kecamatan Kalawat yang masih berusia 6 tahun ini menjadi peserta termuda dalam “Kejuaraan Bridge Nasional Tingkat Pelajar Mahasiswa dan Yunior” yang berlangsung 9-15 Juli 2018 di Golden View Hotel, Batam.

Selain Pray Justitia, juga ada delapan siswa asal Minut yang turut berlaga dalam ajang lomba antar pelajar itu di bawah binaan coach Koutje Limpele. Mereka masing-masing Indah Bogar (15) kelas 3 SMP, Karen Katuuk (15) kelas 3 SMP, Joshua Pondaag (15) kelas 3 SMP, Gibran Binilang (16) kelas 1 SMA, Betrand Barahama (10) kelas 1 SMP, Putra Nurhamidin (10) kelas 6 SD, Georgy Wowiling (10) kelas 6 SD, dan Jose Gimon (9) kelas 5 SD.

Orangtua Pray Ismail, Ruddy Ismail, mengaku bangga atas prestasi putrinya di ajang bergengsi tersebut. “Sebagai orangtua tentu bangga karena putri kami bisa tampil sebagai peserta termuda. Ini menunjukkan kalau Minahasa Utara dapat menciptakan pemain-pemain muda yang punya potensi dan tampil di iven nasional. Ini juga tak lepas dari binaan ketua Bridge Minahasa Utara Denny Wowiling,” ujar Ismail.

Baca Juga:  Dendam Membara, Ayah dan Anak Aniaya Siswa SMA

Ia mengaku optimis olahraga bridge di Minahasa Utara kedepannya bisa mengutus atlet sampai ke ajang internasional jika ada perhatian pemerintah untuk biaya pembinaan dan akomodasi atlet. “Ini menjadi tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan khususnya pemerintah. Dalam bentuk biaya pembinaan dan akomodasi atlet,” tandas Ismail.(aso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *