,

Ketua YLKI Sulut Kecam Gaya “Premanisme Modern” Oknum Debt Collector FIF Manado

oleh
Ketua Yayasan Layanan Konsumen Indonesia (YLKI) Sulawesi Utara, Aldi Lumingkewas. (foto: Ist)

 

MANADO, MANADONEWS – Dugaan aksi sepihak Debt Collektor FIF dengan “Merampas Paksa” terhadap sepeda motor milik warga Kabupaten Minut akhir pekan lalu mendapat sorotan berbagai kalangan masyarakat. “Tindakan ini sangat tidak terpuji terhadap masyarakat oleh perusahaan pembiayaan.”ujar ketua Yayasan Layanan Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Sulut Aldi Lumingkewas
ketika dikonfirmasi media ini Kamis (13/9/2018).

Aldi menegaskan harusnya aksi-aksi brutal dan sepihak ini tidak perlu terjadi lagi,sebab kata dia tindakan seperti itu hanya dapat dilakukan dengan melampirkan atau berdasarkan surat keputusan hakim Pengadilan negeri setempat dan proses penarikan kendaraan harus di kawal aparat Kepolisian.”Tindakan seperti ini merupakan bentuk kesewenangan yang melanggar aturan yang perlu mendapat sangsi hukum tegas.”tegasnya sambil menambahkan sikap enam orang Debt Collector FIF ini adalah sikap preman modern.

Sementara Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara ketika di konfirmadi via pesa berbasis data menegaskan bahwa semua laporan yang masuk termasuk kasus perampasan kendaraan oleh para petugas lapangan lembaga pembiayaan yang masih saja terjadi. “Semua laporan polisi yang disampaikan oleh warga pasti akan ditindak lanjuti sesuai dengan aturan dan tahapan yang berlaku.” tandasnya sambil mempersilahkan wartawan media mengecek langsung proses tindak lanjut dari kasus diatas pada Unit V yang khususnya menangani kasus pencurian kendaraan bermotor di Polresta Manado.(Nando)

Baca Juga:  ASTAGA!!! Enam Oknum Debt Collector FIF "Rampas Paksa" Motor Konsumen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *