Cegah Ancaman DBD, Ini Instruksi dan Himbauan Walikota Bitung

oleh -25 views

BITUNG,MANADONEWS -Walikota Bitung Maxmilian Jonas Lomban mengimbau masyarakat Kota Bitung untuk menjaga kebersihan lingkungan guna menghindari penyebaran penyakit demam berdarah (DBD).

“Kemenkes mengeluarkan surat edaran untuk mengimbau dan mendorong masyarakat, yang dimulai dari seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan upaya pencegahan dan Pengendalian penyakit DBD dan penyakit Virus Zika,” kata Lomban di Bitung, Rabu. (09/01/2019)

Dia mengatakan sejak Januari 2016 telah terjadi kecenderungan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di berbagai provinsi di Indonesia,termasuk Provinsi Sulut.

Untuk itu Walikota Lomban menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Bitung mulai dari perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup, perangkat kecamatan dan kelurahan untuk bersinergi dengan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.”Saya minta seluruh jajaran Pemerintah Kota Bitung memperhatikan kondisi dan ancaman ini.”ujar Lomban sambil mengajak masyarakat agar memahami pencegahan DBD yang dapat dimulai dari lingkungan sekitar.

Dia mengatakan bahwa upaya pencegahan terhadap penularan DBD dan penyakit Virus Zika dilakukan dengan pemutusan rantai penularan DBD berupa pencegahan terhadap gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopicus.

Baca Juga:  Demokrasi: Kedaulatan Rakyat atau Martabat Wakil Rakyat

Untuk itu lanjut Lomban, Langkah-langkah yang harus dilakukan secara bersama dan berkesinambungan antara lain pemantauan jentik nyamuk dan PSN 3M Plus disetiap rumah secara rutin guna memberantas sarang nyamuk.

Kata Lomban penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujanyaitu: 1) Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain 2) Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; dan 3) Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Lomban menambahkan gerakan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti 1) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; 2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; 3) Menggunakan kelambu saat tidur; 4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; 5) Menanam tanaman pengusir nyamuk, 6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; 7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Baca Juga:  Wakil walikota Tomohon terimah Kunjungan FKUB Badung.

Lomban juga mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali Gerakan satu Rumah Satu Jumantik.”Jumantik adalah orang yang melakukan pemeriksaan, pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk khususnya Aedes aegypti dan Aedes Albopictus,” tandas Lomban.(Nando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *