Tanggal 10 Januari, RS Prof Kandou Manado Rawat 8 Pasien DHF dan 19 Pasien DSS DBD

oleh -415 views

Robert Tuwaidan, ST. Msi kasubag Hukormas RS Prof Kandou Malalayang. (foto/mn)

SULUT,MANADONEWS,-.Sejak tanggal 1 hingga 10 Januari 2019 ini, pihak Rumah Sakit Prof Kandou Malalayang Manado telah merawat 71 pasien pengidap Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal ini seperti dikatakan Jhon Robert Tuwaidan, ST. Msi selaku kasubag Hukormas RS Prof Kandou Malalayang Manado, Kamis (10/1/2019) siang diruang kerjanya.

“Pasien yang dirawat sudah 71. Sedangkan data terakhir yang dirawat pada tanggal 10 januari ada sebanyak 8 pasien yang tergolong DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) dan 19 DSS (Dengue Shock Syndrome), yang totalnya 27 pasien,” ujarnya.

Tuwaidan menjelaskan, gejala dari DHF meliputi semua gejala dari demam berdarah klasik, ditambah kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening, perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit, menyebabkan memar berwarna keunguan

“Jenis penyakit dengue ini dapat menyebabkan kematian,” ungkapnya.

Sedangkan gejala dari Dengue Shock Syndrome, jenis penyakit dengue yang paling parah, meliputi semua gejala demam berdarah klasik dan dengue hemorrhagic fever, ditambah kebocoran di luar pembuluh darah, perdarahan parahShock (tekanan darah sangat rendah)

Baca Juga:  Cuaca Ekstrim, Wali Kota Minta Warga Tomohon Waspada

“Jenis penyakit ini biasanya terjadi pada anak-anak (dan beberapa orang dewasa) yang mengalami infeksi dengue kedua kalinya. Jenis penyakit ini sudah tergolong gawat yang sering kali fatal, terutama pada anak-anak dan dewasa muda,” tuturnya.

Ditanya terkait daerah mana yang dominan akan DBD tersebut, Tuwaidan menjelaskan bahwa pasien yang sedang dirawat di RS Prof Kandou Malalayang tak hanya satu atau dua daerah.

“Pasien yang dirawat saat ini merata dan tersebar di wilayah Sulut. Semua sudah ada, baik Manado, Bitung, Minahasa dan Mitra, Tomohon, Boltim, yang jumlahnya pun merata,” cetusnya.

Dirinya menghimbau bagi masyarakat agar menjaga lingkungan dengan Gerakan 3 M, yakni Menutup, Menguras dan Mengubur.

“Gerakan 3 M sangat perlu. Begitu pula dengan sampah-sampah yang berpotensi sebagai tempat menampung genangan air,” pungkasnya.
(stvn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *