Yasti: Festival Adat Tulude Bisa Jadi Potensi Pariwisata di Bolmong

oleh -64 views

BOLMONG,MANADONEWS,-Acara adat Tulude merupakan hajatan tahunan warisan leluhur masyarakat etnis Nusa Utara atau masyarakat Sitaro, Sangihe dan Talaud yang tidak dapat di hilangkan dan dilupakan oleh generasi manapun dari etnis Nusa Utara ini.

Arti kata Tulude atau Menulude berasal dari kata Suhude yang artinya menolak sehingga dalam arti luas Tulude dapat diartikan menolak atau meninggalkan hal-hal yang buruk yang telah dilakukan di tahun sebelumnya.

Hal ini sebagaimana disampaikan Bupati Bolaang Mongondow Dra. Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow dalam sambutanya saat menghadiri acara Perayaan adat Tulude yang di laksanakan di jemaat GMIBM Solagratia Buntalo, Kamis (7/2/2019).

Dalam kesempatan itu, Bupati menyambut baik dan memberikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada pengurus dan anggota jemaat GMIBM Solagratia Buntalo atas pelaksanaan perayaan adat Tulude.

“Melalui momentum ini semakin menguatkan iman dan keyakinan saudaraku warga jemaat Solagratia Buntalo dalam mensyukuri segala karunia Tuhan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Dijelaskannya, acara adat Tulude juga dilaksanakan sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas limpahan berkah yang telah diberikan Tuhan.

Baca Juga:  Ini Masukkan Camat Lolak Yang Akan Diteruskan Pemprov Sulut ke Pemerintah Pusat

“Melalui perayaan Tulude kali ini saya mengajak kepada kita semua untuk memaknai perayaan adat ini sebagai wahana kebersamaan dan persaudaraan dalam satu komunitas yang utuh,” ungkap bupati.

Ditambahkannya perayaan adat Tulude ini mengisyaratkan bahwa kita semua ini merupakan satu kesatuan masyarakat Bolmong yang cinta persatuan dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya daerah.

Selain itu ia mengatakan sewaktu menjadi anggota DPR-RI, dirinya pernah dianugerahkan gelar sebagai Tokoh adat Sangihe.

“Sewaktu berkunjung di Kabupaten Kepulauan Sangihe saya sempat diberikan gelar dimana gelar adat tersebut yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya “Penyambung Lidah Rakyat”. tuturnya.

Bupati mengusulkan tahun depan nanti agar dilaksanakan festival adat Tulude secara meriah dan pesertanya berasal dari desa-desa yang beretnis Nusa Utara, dimana festival adat Tulude ini nantinya dapat menjadi Potensi Pariwisata di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Di akhir sambutannya, Bupati juga memberikan sumbangan berupa uang senilai 20 juta rupiah kepada Jemaat GMIBM Solagratia Buntalo dalam rangka membantu jemaat tersebut untuk menyelesaikan Pastori dan pagar gedung gereja.

Baca Juga:  Natal Ke-2,Yasti Silahturami ke Pejabat Forkopimda Bolmong Beragama Kristiani

Sementara itu Panitia Pelaksana acara adat Tulude Penatua Rusli B. Nangkoda, S.IP mengungkapkan
dimana kehadiran Bupati di desa Buntalo bagaikan pulang kampung.

Karena menurutnya desa Buntalo merupakan desa yang pernah ditinggali oleh keluarga Bupati, dan Bupati sendiri sering berkunjung di desa Buntalo semasa keluarga Bupati berada di desa Buntalo.

Nangkoda juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Bolaang Mongondow yang walaupun di tengah-tengah agenda yang begitu padat, tetapi masih sempat meluangkan waktu menghadiri undangan Perayaan Adat Tulude Jemaat GMIBM Solagratia Buntalo.

“Kehadiran bupati ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami masyarakat dan Jemaat GMIBM Solagratia Buntalo,” pungkasnya. (David)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *