Pemkot Kotamobagu Bentuk Kelompok Asi Eksklusif Bagi Ibu Hamil

MANADONEWS, KOTAMOBAGU— Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu, Rabu (13/03/2019), telah melaksanakan Pertemuan Pembentukan Kelompok Asi Eksklusif pada Ibu Hamil dan Pencegahan Stunting (Pendek atau Kerdil) pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) tingkat Kota Kotamobagu Tahun 2019. Yamg dilaksanakan di Gedung Restorant Lembah Bening Kelurahan Sinindian.

Kepala Dinkes Devie Ch Lala dalam sambutannya yang di wakili Kabid Kesehatan dan P2P Apek D Mangati mengatkakan, Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi antara lain Kekurangan gizi atau gizi kurang, kemudian ada masalah stunting (Pendek atau Kerdil) dan gizi lebih (Obesitas), yang saat ini mulai cenderung meningkat  disebabkan oleh pola makan dan hidup masyarakat.

“Bahaya dari Stunting dalam segi pertumbuhan seorang anak. Dimana, anak kekurangan gizi nantinya bisa mengalami hambatan kognitif berkaitan dengan otak sehingga menyebabkan kegagalan dalam hal pendidikan. Sehingga akan berdampak pada rendahnya produktifitas dimasa dewasa. Ini merupakan dampak dari stunting” kata Apek.

 

lanjutnya, Periode seribu HPK mulai dari kehamilan sampai anak usia dua tahun adalah masa kritis yang menentukan masa depan pada seorang anak. “Dampak kekurangan gizi pada periode HPK sulit diperbaiki kalau sudah terjadi stunting,”ujarnya.

Baca Juga:  Olly Buka Semnas Persepsi

Selain itu, dalam rangka menurunkan angka stunting di indonesia. Masyarakat perlu di didik untuk memahami pentingnya gizi dan kesehatan bagi ibu hamil dan anak balita untuk mencegah terjadinya stunting. “Saat ini pemerintah dan seluruh mayarakat diharapkan dapat bekerjasama secara terintegrasi untuk mencegah stunting dengan fokus pada seribu HPK,” terang Apek.

Ia juga menjelaskan, Untuk dinas kesehatan kota kotamobagu untuk anak stunting hasil PSG tahun 2017 berada pada posisi pada 30,7 persen artinya cukup tinggi atau sekitar 3 ribu anak dari jumlah 10.630 anak umur Nol sampai 59 bulan yang mengalami stunting.

“Hal ini wajib kita tanggulangi bersama agar jumah tersebut tidak meningkat lagi. Walaupun di Riskesdas (Hasil Riset Kesehatan Daerah) Tahun 2018 agak turun sedikit hanya Nol Koma dibandingkan tahun kemarin. Untuk itu melalui pemberian pengertian pada ibu hamil melalui kelas ibu hamil, Kelas Balita, Media Sosial dan lain-lain, maka mari kita mencegah stunting ini agar kotamobagu bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat sebagai generasi penerus bangsa,” Pungkasnya.

Baca Juga:  Batu Bersimbol 'Watu Pinantik': Bagian Sejarah Katolik Sulawesi Utara yang Terabaikan

(MLS)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *