Ini Pesan Dirut RSUP Kandou Bagi 30 Mahasiswa Akper Baramuli

SULUT,Manadonews.co.id-.Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr.dr.Jimmy Panelewen,SpB-KBD secara resmi membuka kegiatan Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Infeksi Nosokomial dan Keselamatan Kesehatan Rumah Sakit (K3RS) bagi 30 Mahasiswa Yayasan Akper Baramuli Sulut.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula lantai 1 Kantor Pusat RSUP Kandou Manado dan rencananya akan digelar selama 4 hari dimulai 16 – 19 Juli 2019.

Pada kesempatan tersebut, Dr.Panelewen ikut didampingi Direktur SDM dan Pendidikan Dr.dr.Ivonne E.Rotty,M.Kes, Direktur Yayasan Akper Baramuli Ns.Jeavery Bawotong, S.Kep dan Kabag Diklit Irwan Kawulusan,SH.

Dikatakan Dr.Panelewen, bahwa mahasiswa yang akan mengikuti praktek kerja lapangan dirumah sakit harus melalui praktek BHD dan PMKP, INOS Dan K3RS.

Hal ini guna meningkatkan ketrampilan awal bagi mahasiswa dalam penatalaksananaan kasus-kasus di RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado.

Ditambahkan, ada beberapa hal yang harus disikapi para mahasiswa, diantaranya kebanggaan karena bisa menimba ilmu di rumah sakit yang telah terakreditasi, baik nasional maupun internasional.

“RSUP Kandou juga wahana pendidikan utama yang berada dikawasan Indonesia timur,” ujarnya.

Baca Juga:  Bakal Dihadiri Peserta dari Luar Negeri, Panitia Livegiving Agriculture Asia Diminta Sikap Koordinatif

Ditambahkan, nantinya para mahasiswa akan berinteraksi dengan berbagai orang yang ada di RSUP Kandou.

“Tentu pasien dan keluarga. Selain itu juga akan berinteraksi dengan komunitas pendidikan lain di sini. Interaksi ini memerlukan keahlian tersendiri agar beradaptasi dengan lingkungan yang sangat kompleks serta menjalin kerjasama dengan komponen-komponen tersebut dengan latar belakang yang berbeda,” katanya.

Panelewen berharap, selama bertugas di RSUP Kandou, para mahasiswa harus menjaga sikap dan perilaku agar tak mempermalukan institusi serta rumah sakit.

“Mari kita jaga sikap, mulut dan perilaku selama bertugas. Selamat bergabung di rumah sakit ini dan berikan sesuatu yang terbaik serta dorong diri anda dengan penuh semangat dan upaya,” pungkasnya.

Diketahui, metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Teori, Diskusi Tanya Jawab dan praktek Ketrampilan/ Skill yang dilatih oleh Tim MOT dibawah pimpinan Ns.Frangky watung,S.Kep serta para nara sumber yang sangat berkompeten dalam workshop ini, diantaranya Dr.dr.Ivonne E.Rotty, M.Kes, Dr.dr.Erwin Kristanto, SpF,SH, dr.Lucky Kumaat,Sp.An,Ns.Suwandi Luneto,S.Kep.M.Kes dan Ns. Ellen Garusu,S.Kep.
(Stvn)

Baca Juga:  Kerukunan Masyarakat Sulut Telah Dikenal di Indonesia
Tags:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *