Pengadilan Agama Amurang Gelar Simulasi Penanganan Bencana Dan Kebakaran

MINSEL, MANADONEWS – Untuk mewaspadai datangnya bencana, Pengadilan Agama (PA) Amurang menggelar simulasi penanganan bencana dan kebakaran.

Rencana kegiatan PA Amurang untuk melaksanakan program sosialisasi dan simulasi penanganan bencana dan kebakaran tidak butuh waktu yang lama.

Kegiatan tersebut merupakan upaya penting yang harus dilakukan guna mendukung keselamatan kerja dan kegiatan tersebut merupakan salah satu sub penting dalam pemenuhan Akreditasi Penjaminan Mutu dalam upaya mewujudkan Reformasi Birokrasi di lingkungan Lembaga Peradilan, khususnya di PA Amurang.

Melalui Surat Nomor W18—A6/292/HM.00/7/2019 tanggal 10 Juli 2019 yang ditujukan kepada Bupati Minahasa Selatan, Pengadilan Agama Amurang menjalin kerjasama dengan Dinas Litbang Linmas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kabupaten Minahasa Selatan untuk melasanakan 3 (tiga) kegiatan penting, yaitu: Simulasi Penanggulangan Kebakaran, Simulasi Penanggulangan Bencana Gempa (Titik Kumpul), dan Simulasi Penggunaan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR).

Kegiatan tersebut langsung dibuka oleh Ketua Pengadilan Agama Amurang Nur Amin, S.Ag., M.H. dengan dihadiri seluruh Pegawai Pengadilan Agama Amurang dan TIM Penanganan Bencana dan Kebakaran dari Pemerintah Daerah Minahasa Selatan.

Baca Juga:  Vicky Lumentut Melayani Dengan Tulus Jadi Pencatat Nikah

“Kepada seluruh warga PA Amurang agar benar-benar serius untuk mengikuti agenda penting ini karena keselamatan kerja di lingkungan Pengadilan Agama Amurang ini adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu agar supaya kita memahami hal penting dalam acara ini, yaitu bagaimana tindakan awal yang harus dilakukan apabila terjadi bencana dan kebakaran, termasuk prosedur ketika menuju titik kumpul, dan bagaimana tatacara yang benar dalam penggunaan APAR,” ujar Nur Amin S.Ag, M.H, Rabu (17/7).

Setelah Ketua TIM Penanganan Bencana dan Kebakaran dari Pemerintah Daerah Minsel menyampaikan sosialisasi terkait dengan tindakan yang harus dilakukan untuk mengantisipasi resiko (bahaya) yang lebih besar ketika terjadi bencana dan kebakaran, kegiatan simulasi ini kemudian secara berurutan dilaksanakan. Simulasi pertama yang dilaksanakan pada hari itu adalah praktik (simulasi) bagaimana langkah Pegawai ketika terjadi bencana dengan harus lari ke titik kumpul.

Dimana pada saat terjadi bencama Tim Penanganan Bencana menyatakan agar pegawai tidak panik dan segera ke luar meninggalkan ruang kerja dan keluar gedung menuju titik kumpul.

Baca Juga:  Frans Mawitjere Tutup Bimtek LPPD, ASN Tak Serius Bakal Dikuliti

Setelah simulasi tersebut dilakukan, kemudian Tim Penanganan Bencana juga nyampaikan tentang tata cara penggunaan APAR ketika terjadi kebakaran, yaitu dengan cara “TATA” (Tarik Segel dan Pengunci, Angkat APAR, Tarik Selang dari Lobangnya dan Ayun Selangnya) ke arah api untuk mematikannya.

Kegiatan terakhir yang dilakukan pada hari ini adalah simulasi bagaimana melakukan tindakan penanganan Kebakaran yang dalam skala besar.

Setelah acara selesai, Wakil Ketua PA Amurang Dr. Muh. Nasikhin, S.HI., M.H. kemudian berpesan kepada seluruh pegawai agar ilmu yang didapatkan dalam kegiatan hari ini benar-benar difahami. Terutama kepada Petugas Keamanan (Satpam) PA Amurang harus benar-benar siap siaga dan mampu menjaga Resiko sekecil apapun di lingkungan Pengadilan Agama Amurang agar kenyamanan dan keamanan kerja di Pengadilan Agama Amurang dapat terwujud.

(DArK)