Tarian Tradisional Kabasaran Masuk PON 2020 Papua

SULUT,Manadonews.co.id-.Jika sebelumnya seni tari hanya untuk ditampilkan pada acara-acara tertentu dan dilombakan secara lokal. Namun kali ini, seni tari masuk dalam salah satu nomor di cabor Dancesport.

Hal ini disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Sulawesi Utara, Dicky Tuwo.

“Seni tari sudah dipertandingkan di Pra-PON. Pertandingannya dilaksanakan di Bali 16 Agustus dan PON tahun 2020 di Papua nanti, dengan nomor Dance Traditional Duo,” ujar Tuwo.

Tentunya menyesuaikan dengan kostum tarian daerah,dan Sulawesi Utara Kostum Kabasaran menjadi Pilihan.

Dance yang dibawakan oleh dua orang ini harus menampilkan sedikitnya 3 tarian Daerah dalam 1 kali penampilan, lagunya pun harus orginal dari 3 daerah di mix menjadi 1 lagu dgn durasi 3 menit.

Untuk Sulut, terdapat atlet Tesalonika Tuwo dan Elvis Piay membawakan tarian Daerah Kabasaran, Tari Bali dan Papua.

Nomor baru di Dancesport juga yakni Hip-Hop dan Breakdance.

“Jadi, Dancesport bukan hanya terbatas pada nomor Latin seperti cha-cha, Jive, Rumba, atau standard seperti walzt, tanggo dan lain-lain,” ujarnya.

Baca Juga:  Selain Langsung Turun Lokasi, Pemprov Sulut Siapkan Posko Siaga Bencana

“Tapi juga sudah ketambahan nomor tari tradisional, Hip Hop dan Breakdance yang banyak digandrungi anak muda,” jelas Tuwo.

Diketahui, ketiga nomor ini menjadi andalan Sulut pada Pra-PON Agustus nanti dan ditargetkan bisa dapat medali.

IODI Sulut ikutkan 3 nomor ini yakni:
   1. Traditional Dance
   2. Breakdance
   3. Hiphop
Sebanyak 10 atlet dipersiapkan untuk mengikuti 3 tersebut adalah:

  1. Tesalonika Tuwo (Traditional Dance) 2. Elvis stevanus Piay (Traditional Dance) 3. Stevi Rico Koraag (Traditional Dance) 4. Nitha Katelin Budiman (Traditional Break Dance) 5. Ardiansyah (Break Dance) 6. Aldrin Wino Lomban (Breakdance) 7. Zulkifar Achmad (Hiphop) 8. Mario Jiro Tirayoh (Hiphop) 9. Hendico Bryan Lomban (Hiphop) 10. Glen Turambi (Hiphop).

Traditional Dance selain olahraga prestasi juga adalah sarana promosi budaya daerah di tingkat nasional, Pelestarian budaya daerah, penunjang pariwisata dan Tarian pemersatu bangsa karena dibawakan juga bersamaan dgn tarian daerah lainnya.

Selain tariannya, juga kostumnya berubah saat tampil gaya tarian bali dan papua.

Baca Juga:  GMT Peroleh Suara Signifikan, GAMKI Siap Kawal Hasil Pemilu

“Bulan Juni lalu para atlet PraPON ini telah mengadakan try out ke kejuaraan Kaltim Open dan berhasil meraih medali perak utk nomor Breakdance,” pungkas Ketua IODI Sulut, Gerard Lapian.
(Ben)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *