Fatma MUI: Tasawuf ‘LINI’ Ketua Nasdem Bolmong Sesat, Ini Kata Syukron

BOLMONG,MANADONEWS,-Adanya keresahan warga desa Lolak Tombolango Kecamatan Lolak terhadap aliran Tasawuf Laduna Ilma Nurul Insan (LINI) yang dipimpin oleh Syukron Mamonto membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara akhirnya mengeluarkan fatwa.

Dalam fatwa tersebut menyebutkan bahwa aliran Tasawuf Laduna Ilma Nurul Insan (LINI) yang dipimpin Syukron Mamonto menyimpang dari ajaran Islam alias sesat.

Putusan Ketua Umum MUI Sulut, Abdul Wahab Abd. Gafur diambil berdasarkan sidang Komisi Fatwa dengan menghadirkan saksi-saksi dan pimpinan aliran Tasawuf LINI, Syukron Mamonto.

Fatwa ini pun keluar atas permintaan yang diajukan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kementerian Agama Kecamatan Lolak, Budiarjo Tumbol, pada 18 April 2019 lalu.

“Benar, itu adalah putusan yang diambil oleh MUI Sulut berdasarkan beberapa kali sidang Komisi Fatwa. Sidang tersebut menghadirkan saksi-saksi dan Syukron Mamonto sendiri. Aliran tersebut ada bukunya. Yang dinyatakan sesat itu ajarannya,” ungkap KH Abdul Wahab, Selasa (13/8).

Sementara itu, pimpinan aliran Tasawuf LINI, Syukron Mamonto sekaligus Ketua DPD Nasdem mengatakan telah membaca dan menyayangkan dikeluarkanya putusan tersebut.

“Saya sudah baca, tapi semua yang mereka putuskan tidak ada konfirmasi pada saya. Semua poin tersebut tidak sesuai dengan apa yang dituduhkan kepada pribadi saya. Sangat disayangkan, tidak ada pemberitahuan dan klarifikasi kepada saya, tidak ada tabayun yang benar, tidak ada pertanyaannya, tahu-tahu sudah keluar fatwa, semoga mereka menyadarinya,” kata Syukron

Baca Juga:  Babak Grand Final, Tim Tarian Tobelo Diskominfo Bolmong Tampil All Out

Dijelaskannya, inti dari pokok ajaran Laduna Ilma Nurul Insan berdasarkan syariat Islam, berlandaskan pada Alquran dan Hadits.

“Tak ada yang ditambah atau dikurangi. Tapi ingat Laduna Ilma ini sudah pecah dan yang mengajar bukan hanya saya. Rumah saya pun selalu terbuka, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan,” jelasnya.

Ia pun menceritakan tentang sejarah keikutsertaannya di Laduna Ilma.
Dirinya ikut sejak tahun 90-an. Semenjak pendiri Laduna Ilma mangkat pada 2010, terjadi pergeseran sudut pandang berbeda di kalangan Laduna Ilma.

Pada 2012, dia dicabut sebagai Imam dan mandataris Laduna Ilma.
Hal ini dikuatkan dengan surat. “Setelah masalah ini muncul, mereka lirik ke saya, dianggap Laduna Ilma, padahal saya bukan lagi Laduna Ilma, mandat saya sudah dicabut sejak 2012,” ucapnya.

Ketua DPD Nasdem itu mengatakan bahwa dirinya selalu terbuka dan tidak pernah tersembunyi pada pihak manapun.

“Mereka katakan kami, dikambinghitamkan, padahal ajaran itu dibawa oleh imam-imam lain. Hal itu perlu diklarifikasi dan dijelaskan secara utuh. “Selama ini saya tidak pernah tersembunyi pada pihak manapun,” akunya.

Baca Juga:  Ini Yang Disampaikan Ketum GP Ansor Saat Diklat di Bolmong

Ia mengatakan bahwa pihaknya pun sudah memberikan pernyataan ke MUI  bukan Laduna Ilma Indonesia tetapi Laduna Ilma Nurul Insan.

Tetapi surat tersebut tidak sampai dan setelah di cek tidak dibaca ketua MUI.

“Surat itu ternyata tidak sampai, setelah dicek tidak dibaca ketua MUI,” akunya.

Mendengar hal tersebut, Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow sangat menghormati dan meyakini, keputusan MUI Sulut yang telah menfatwakan aliran tersebut menyimpang dari ajaran Islam.

“Maka kewajiban (pemerintah daerah) untuk menindaklanjuti fatwa agar tidak kembali meresahkan warga Bolmong khususnya yang berdomisili di ibukota Lolak,” kata Yasti.

Selanjutnya Bupati mengatakan, langkah yang akan diambil, yaitu memerintahkan Badan Kesbangpol Linmas untuk melakukan koordinasi dengan kepolisian dan Kementerian Agama Bolmong, untuk melaksanakan serta menindaklanjuti rekomendasi putusan MUI Sulut.

Serta melarang organisasi tersebut beraktivitas sesuai dengan hasil putusan MUI.

Dalam posisi Syukron Mamonto sebagai Ketua DPD Nasdem Bolmong yang juga caleg terpilih, Yasti atas nama pengurus DPP Nasdem, mengaku akan menyampaikan hal tersebut ke DPP Nasdem.

Baca Juga:  Yasti Hadiri Open House Natal Gubernur Sulut

Soal sanksi yang akan diberikan, Yasti mengaku nantinya majelis kode etik Nasdem akan melakukan sidang berkaitan dengan Fatwa MUI tersebut.

Diketahui, keluarnya fatwa MUI Sulut tersebut adalah untuk memberikan rekomendasi agar memberikan pembinaan dan pembimbingan kepada para pengurus, pengikut dan simpatisan eks aliran Tasawuf Laduna Ilma Nurul Insan, supaya kembali kepada ajaran Islam, serta mengingatkan umat Islam untuk mempertinggi kewaspadaan agar tidak terpengaruh oleh aliran sesat.

Masyarakat dan umat Islam diimbau dapat menerima kembali para pengikut yang mau bertaubat dan kembali kepada ajaran Islam dengan mengedepankan semangat persaudaraan seagama, persaudaraan sebangsa dan persaudaraan kemanusiaan.

Selain itu, MUI juga meminta agar masyarakat tidak melakukan langkah-langkah anarkis dan jika menemukan hal menyimpang, agar melaporkannya ke pihak berwenang. (David)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *