Simak Pengakuan Warga yang Buka Kios di Pantai Pal

LIKUPANG, MANADONEWS – Hari sudah mulai senja ketika tim Manadonews.co.id tiba di lokasi wisata Pantai Pal, di Desa Marinsow Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Masuk ke dalam lokasi setelah sebelumnya membayar karcis masuk dengan hitungan per kendaraan (bukan per kepala), tim langsung mencari tempat untuk parkir, sekaligus tempat untuk duduk.

“Mari, pak,” kata seorang ibu sambil menunjuk sebuah tempat yang ternyata miliknya itu.

Sambil mengikuti langkah si ibu, pandangan tim langsung terfokus pada hamparan pasir putih dan pengunjung lain yang masih menikmati keindahan pantai.

Dengan sikap sopan si ibu tidak langsung menawarkan menu, sebaliknya sedikit berbasa basi. Bagi tim, gaya seperti itu sangat tepat dilakoni oleh pihak dengan posisi sebagai ‘sales.’

Tidak langsung menawarkan ‘barang,’ namun berusaha berkomunikasi ringan tapi tentu saja informatif.

Dan ternyata, komunikasi ringan itu memang informatif. Dengan posisi tim yang berjumlah tiga orang sudah duduk, sambil tetap berdiri si ibu mengatakan kalau semua yang berjualan/buka usaha kios adalah warga Desa.

Baca Juga:  Daya Pikat Pantai Pal Masih Sangat Kuat

“Sejak awal Hukum Tua telah menganjurkan seluruh masyarakat untuk buka usaha di sini,” tukasnya.

Dari sekian informasi yang mengalir dari mulut si ibu, ada satu yang cukup mengesankan dan layak disebut hebat.

Menurut pengakuannya, semua warga yang buka usaha di lokasi pantai tidak dipungut biaya.

“Tidak ada retribusi untuk desa,” ungkapnya.

Tentu hal itu sangat luar biasa. Jika di banyak tempat lain, siapapun yang melakukan aktifitas ekonomis di lokasi wisata dibebankan retribusi, di Pantai Pal, warga tidak harus memikirkannya.

“Yang penting bagi kami, jaga kebersihan dan semaksimal mungkin membuat para pengunjung merasa nyaman,” akunya.

Lantas, pemasukan untuk Desa apa memang tidak ada sama sekali?

“Untuk uang kas Desa hanya berasal dari karcis masuk. Selebihnya tidak ada,” terangnya.

Sekitar 15 menit berbincang – bincang, mungkin si ibu merasa kalau tim sudah nyaman, barulah ia menawarkan menu.

Setelah pesanan tiba, tim pun menikmati sajian menu sembari menyaksikan keindahan Sang Pencipta

Fian

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *