Pemkot Tomohon Minimalisir Penularan Rabies

TOMOHON, MANADONEWS – Pengendalian Hewan Penular Rabies (HPR) di Kota Tomohon digenjot. Berbagai upaya meminimalisasi terus dilakukan. Jumat (20/9), di Kantor Pertanian dan Perikanan Tomohon, dilaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Tomohon Harold Lolowang.

Rapat tersebut dalam rangka meminimalisasi perdagangan dan konsumsi daging Hewan Penular Rabies (HPR) yaitu anjing, kucing dan monyet. Sebelumnya, kota yang kaya akan destinasi pariwisatanya telah memiliki Perda nomor 1 Tahun 2017 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Rabies.

Perda ini didukung dengan langkah pemerintah yang akan membangun Pos Lalulintas Perdagangan Hewan Penular Rabies (HPR). Pos tersebut nantinya didanai AFMI dan tahun ini akan dibangun di Kelurahan Pangolombian.

Pos di Pangolombian merupakan satu dari lima Pos yang ada. Antara lain, Rurukan, Lahendong, Taratara dan Lingkar Timur.

Selanjutnya, beberapa rencana aksi yang dilaksanakan Pemerintah Kota Tomohon. Langkah pertama, Dinas Pendidikan & Kebudayaan memberi materi edukasi ke sekolah TK untuk tidak makan daging anjing. Kedua, Dinkes, Distanakan dan Humas menyusun jadwal kegiatan dan materi sosialisasi bahaya rabies.

Baca Juga:  Polres Minsel Siap Amankan Pengucapan Syukur dan Arus Balik

Ketiga, Dikda dan Diskes bekerjasama dengan AFMI menyusun jadwal dan materi edukasi yang akan disampaikan ke PAUD dan TK. Ke-4, PD Pasar dan Distanakan membahas rumah potong hewan.

Kelima, lurah Pangolombian menyediakan lahan untuk pos jaga lalul intas hewan anjing, kucing dan monyet. Keenam, Distanakan menyiapkan proposal dan pelaksanaan pembangunan Pos lalulintas hewan di Pangolombian.

Setelah pembangunan, Sat Pol PP menyiapkan para petugas yang akan melaksanakan pengamanan dibantu aparat Kelurahan Pangombian.

Sekretaris daerah berkoordinasi dengan pihak Polres Tomohon untuk memohon satu petugas kepolisian yang berwenang melakukan pemberhentian dan pemeriksaan kendaraan.

Selanjutnya, diterbitkan SK wali kota untuk pengendalian dan penanggulangan rabies di Kota Tomohon, termasuk didalamnya aparat Kelurahan Pangolombian diikutsertaan.

Mobil operasional Sat Pol PP untuk pencegahan rabies ditulis dengan sebutan Mobil Patroli Rabies. Anjing daerah luar tidak boleh diperdagangkan di Tomohon jika tidak ada surat keterangan hewan dari dokter hewan berwenang.

Adanya imbauan Pasar Tomohon tidak ada lagi ada anjing dan kucing hidup di kerangkeng dan tidak melakukan pembunuhan hewan di pasar.

Baca Juga:  Oknum Suami Kumtua Inisial OS Yang Diduga Melakukan Pencurian Kayu Dipolisikan

Penjual daging/tukang potong di pasar harus membuat surat pernyataan bahwa hewan yang dijual dalam keadaan aman, sehat, utuh dan higienis (ASUH) di laksanakan PD Pasar.

Logo Pemkot Tomohon, DMFI, PDHI, Pol PP dan lembaga yang berhubungan dengan rabies dipasang di pos cek poin perdagangan hewan.

Bagian Humas dan Protokol terus sosialisasikan tentang daging yang ASUH. Serta menghimbau terus kepada masyarakat untuk mengurangi atau berhenti konsumsi daging anjing, kucing dan monyet untuk hidup yang sehat dan terhindar dari penyakit.

“Di Tomohon populasi anjing 11 ribu ekor. Untuk anjing-anjing yang ada di Kota Tomohon telah difaksin rabies,” tandas Kadis Pertanian & Perikanan Steven A Waworuntu, SSTP.

Hadir dalam rapat, Dirut PD Pasar Noldy H Montolalu SE, Kasat Pol PP Syske Wongkar SPd, para Kabid, Kasubit dan Kasubag terkait, serta mewakili Kabag Humas dan Protokol Kasubag Pemberitaan.

(Youngky)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *