Peduli Warga Lingkar Tambang, PT MSM Bantu Kelompok Usaha Binaan


SULUT,Manadonews.co.id-.PT Meares Soputan Mining (MSM) terus memperhatikan warga desa yang berada di lingkar tambang. Hal ini dibuktikan dengan terus memberikan pelatihan bagi kelompok usaha binaan.

Salah satu kelompok tani yang mendapat pelatihan serta bantuan dari anak perusahaan PT Archi Indonesia ini, yakni kelompok Wale Gonofu yang berada di Desa Pinenek Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Menurut Ambrosius Montolalu selaku ketua Kelompok Wale Gonofu, bahwa dirinya merasa terbantu dengan adanya bantuan alat produksi dan bantuan pelatihan.

“Kami merasa terbantu dengan adanya bantuan dari PT MSM,” kata Montolalu saat ditemui di rumah produksi pengolahan gonofu di Desa Pinenek Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (10/12/2019) sore.

Ditambahkan, kelompok usaha binaan miliknya mempekerjakan sekitar 12 orang dengan omset perbulan rata-rata Rp 5-8 juta.

“Setiap hari kami produksi. Bahkan pernah kami memperoleh omset sampai Rp 22 juta,” tuturnya.

Produk yang dihasilkan dari gonofu (serabut kelapa), antara lain sapu, keset, cocomesh (jaring sabut kelapa), sikat sapu dan juga souvenir lain.

Baca Juga:  Pemprov Sulut Matangkan Persiapan HUT Kemerdekaan RI ke-74

“Untuk pembuatan keset kami memerlukan sekitar 1 jam dan gonofunya harus dibasahi terlebih dahulu. Sedangkan harga keset Rp 40-75 ribu, dan sapu Rp 14-17 ribu. Kami juga belum pasarkan keluar daerah karena di sulut saja kami kewalahan memenuhi pesanan,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PT MSM, David Sompie mengatakan, bahwa ini merupakan tanggung jawab perusahaan melalui CSRnya untuk mensejahterakan masyarakat dan ini diatur oleh undang-undang negara kesatuan republik Indonesia.

CSR disalurkan dalam bentuk bantuan dimana ada keterlibatan atau kerja sama perusahaan dengan pemerintah baik pusat maupun daerah bahkan dengan pemerintah Desa setempat agar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Pemberian CSR dalam bentuk program itu terbagi dalam beberapa bidang yang tentunya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, seperti pendidikan, peternakan pertanian dan perkebunan.

Di bidang pendidikan misalnya, hingga saat ini telah mengirim atau memberikan beasiswa kepada 21 anak untuk menempuh pendidikan di Negara Taiwan dan ada juga yang sudah selesai. Kemudian juga beasiswa diberikan kepada 50an anak sekitar tambang untuk untuk belajar ke Negara Cina.

Baca Juga:  BKPP Kotamobagu Menunggu Regulasi dan Juknis Mengenai Penerapan Keppres Nomor 17 Tahun 2019

Sementara di bidang peternakan juga telah dibuat kelompok dan dibina dan dibuat pelatihan oleh PT MSM/TTN dan pihak terkait.

“Di bidang peternakan, ada ternak babi ayam itik. Kemudian di bidang perkebunan kita bekerja sama mengembangkan jagung, padi, dan mengembangkan perkebunan kelapa yang ada di daerah ini, memanfaatkan hasil kelapa yang ada disini,” ujar Sompie di hasilarea lokasi PT MSM/TTN di Minut kepada awak media, Selasa (10/12/2019).

Untuk itu, lanjut Sompie, kami membuat industri dari bahan bahan dasar kelapa untuk bisa menjadi produk unggulan bagi daerah ini. Nanti tahun depan kita akan keluarkan produk unggulan.

“Jadi rahasia sampai tahun depan. Dan kita juga akan mengembangkan program latihan untuk mengembangkan sabuk kelapa dan produk produk kelapa lainnya di Pinenek atau lingkaran PT MSM/TTN,” jelasnya.

Diketahui, CSR dari PT MSM, antara lain Peternakan Ayam, Pembuatan Core Box, Core Rack, Colyco Bag, Tempat Jahit, Bibit Jagung, Peternakan Babi.
(Stvn)







Tags: