Omzet Penjual Pakaian Pasar Karombasan Turun Drastis, Ternyata Ini Faktor Penyebab

Kios pakaian berjejer di bagian bawah gedung Pinasungkulan Plaza


Manado – Pedagang pakaian di Pasar Pinasungkulan Karombasan pada 2000-an sempat berjaya.

Namun kini, nasib pedagang pakaian yang menempati bagian bawah gedung Pinasungkulan Plaza semakin terpuruk.

Pasalnya, seperti diakui Rahman, salah-satu pedagang, omzet penjualan pakaian dari tahun ke tahun terus menurun.

“Kalau dulu setiap Desember omzet per hari di atas sepuluh juta. Namun beberapa tahun terakhir tiga juta sulit di dapat,” jelas Rahman dijumpai wartawan Manadonews.co.id di kios miliknya, Selasa (31/12/2019) sore.

Rahman tidak memungkiri bahwa perubahan pola bisnis pakaian dari konvensional ke online menjadi faktor penurunan omzet pedagang pasar tradisional, namun kondisi pasar juga menjadi penyumbang besar keterpurukan.

“Misalnya, di sini akses pembeli ke kios-kios pakaian semakin sulit sejak ada hanggar. Dulu, akses masuk dari segala arah karena bagian depan itu tempat parkir kendaraan, posisi kios terlihat pembeli,” tukas Rahman.

Di antara kios-kios dan beton hanggar jadi tempat sampah


Rahman mengusulkan kepada pemerintah kota Manado melalui pengelola pasar membuka beton sebagai pemisah hanggar dan gedung Pinasungkulan Plaza.

“Sejak dibangun beton akses pembeli berkurang dan belakang beton jadi tempat sampah menimbulkan bau busuk. Jika hujan deras kios-kios pakaian dilanda banjir. Akumulasi dari banyak masalah itu salah-satu penyebab omzet penjualan kami turun drastis,” pungkas Rahman.

(YerryPalohoon)

Baca Juga:  Lesly Kaligis Hadiri Rakor TP-PKK Pusat