Mengwi, Lintasan Sintetis Impian Maria Menuju Olimpiade

6Jakarta – Atlet lompat jauh, Maria Natalia Londa, akhirnya mendapatkan kepastian soal lintasan sintetis yang selama ini ia inginkan. Lintasan yang fungsinya untuk meningkatkan performa dalam persiapan menuju Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, itu rencananya akan dibangun di Mengwi, Bali.

Kepastian soal lintasan sintetis itu disampaikan Chief de Mission untuk Olimpiade Rio 2016, Raja Sapta Oktohari, kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/3/2016). Menurutnya, realisasi pembangunan lintasan itu merupakan hasil dari kunjungannya bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahwari ke lokasi latihan Maria, Selasa pekan lalu.

Saat itu, Menpora yang hadir bersama CdM, mendapat permintaan khusus dari Maria soal trek sintesis. Permintaan ini sejatinya sudah sejak lama didengungkan, baik oleh Maria maupun pelatihnya. Sehari-hari, Maria, yang sudah mendapatkan tiket Olimpiade ini, harus berpindah-pindah tempat untuk latihan.

Maria juga kesulitan mencari tempat latihan khususnya trek sintetis. Padahal trek itu penting untuk membiasakan Maria dengan venue yang akan digunakan di Rio de Janeiro. Selama ini peraih medali emas Asian Games 2014 dan SEA Games 2015 ini hanya latihan di lapangan berpasir, di pantai kawasan Bali.

Baca Juga:  Disperkim Tomohon Siapkan TPU Pemkot jadi Lahan Pemakaman Covid-19

“Ini merupakan hasil dari komunikasi Kemenpora, Satlak Prima, dan CdM. Saat ini mungkin sudah dikerjakan lintasannya. Malah saya dengar biayanya menelan Rp 1 miliar,” kata Okto.

Selain Maria, Okto mengatakan persiapan Olimpiade masih sesuai dengan rencana. Pihaknya pun terus melakukan komunikasi intensif dengan para stakeholder cabang olaharaga.

“Semua sudah berada jalur yang benar. Komunikasi kami dengan Kemenpora dan stakeholder olahraga pun terus berkomunikasi dengan Kemenpora dan Satlak Prima terutama soal anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, Gatot S. Dewa Broto, yang baru dilantik menjadi Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, mengatakan akan mengadakan pertemuan secara berkala dengan cabor proyeksi Olimpiade untuk memberikan informasi serta menyerap aspirasi para cabor.

“Di depan mata saya tidak bisa istirahat. Banyak pekerjaan rumah yang sudah numpuk selain beberapa event. Persiapan Asian Games 2018, MotoGP, Rio Haryanto yang belum selesai, apalagi sekarang ada Olimpiade juga,” ungkapnya.

“Untuk mempersiapkan semuanya kami akan jemput bola untuk mengunjungi pengurus-pengurus cabor. Pertemuan direncanakan berlangsung 2-3 kali sebelum Olimpiade dihelat,” pungkas dia.

Baca Juga:  MEP Genggam Tiket Cabup Partai Golkar Minsel
Comments are closed.