Menelisik Aset Pemprov Sulut Yang Megah Namun Reyot

Gedung eks kantor Dharma Wanita Sulut yang merupakan salah satu aset dari Pemprov Sulut yang nampak terbiarkan. (Foto: Manadonews/Demsi).
Gedung eks kantor Dharma Wanita Sulut yang merupakan salah satu aset dari Pemprov Sulut yang nampak terbiarkan. (Foto: Manadonews/Demsi).
Gedung eks kantor Dharma Wanita Sulut yang merupakan salah satu aset dari Pemprov Sulut yang nampak terbiarkan. (Foto: Manadonews/Demsi).

MANADO, MANADONEWS – Aset bangunan yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), beberapa diantaranya terlihat tak terurus dan terkesan ditelantarkan, seperti penelusuran yang dilakukan Manadonews, dimana gedung eks Kantor Dharma Wanita Sulut yang berdiri megah di Kelurahan Dendengan Luar Lingkungan 5 Kota Manado, nampak tersisi diatas puncak bukit.

Gedung yang berdiri megah sejak puluhan tahun lalu itu, kini terlihat reyot dan usang.

Bacaan Lainnya

Kemegahan gedung tersebut, terlihat dari struktur bangunan yang memiliki banyak pilar penyanggah di depan maupun disamping kanan dan kiri bangunan, serta struktur beton yang membungkus dinding bangunan.

Nampak pintu depan gedung tersebut, seperti gudang terbuka. (Foto: Manadonews/Demsi).

Gedung berlantai dua yang dilengkapi dua tangga depan dikiri dan kanan sebagai akses menuju ke lantai atas dan pintu masuk di bagian bawah, membuat struktur bangunan itu bak istana di jamannya.

Belum lagi dengan panel-panel kayu yang menghiasi bagian jendela, serta lapisan keramik yang menutupi lantai, juga konstruksi besi yang terlihat tersusun menyanggah bagian atap bangunan, membuat tampilan gedung layaknya berada di zaman Yunani kuno.

Deretan pilar bangunan nampak masih berdiri, namun sayang kondisi bangunannya tak semegah dulu lagi. (Foto: Manadonews/Demsi).

Tapi kemegahannya, tak seindah jabaran struktur gedung saat ini.

Jika melihat secara langsung bangunan tersebut, maka bayangan zaman Yunani akan segera sirna.

Bangunan itu kini lebih banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai area bermain sepakbola bagi anak-anak maupun sebagai bengkel las pagar oleh warga.

Didepan bangunan tidak lagi terlihat pintu masuk, namun tumpukan material kardus serta berbagai barang yang ditampung seperti gudang terbuka.

Cat putih yang mengolesi bangunan, kini terlihat pudar dan samar oleh karya tangan-tangan jahil yang menggoresi hampir seluruh dinding.

Belum lagi dengan bangunan semi permanen yang dibangun oleh warga sekitar yang menempati muka-belakang, kiri-kanan, serta area sekitar gedung.

Lantai 2 gedung yang dimanfaatkan warga sebagai tempat menjemur pakaian. (Foto: Manadonews/Demsi).

Lantai 2 gedung itu juga dimanfaatkan warga sebagai area tempat menggantung pakaian.

Bangunan yang menyisakan panel-panel jendela yang sudah tidak lengkap, karena sebagian telah diambil warga, serta lubang menganga di atap gedung menambah lengkap kereyotan bangunan itu.

Demsi Lumendek

Pos terkait