Ternyata..Di Gedung Tua Depan Stadion Klabat Ini Ada Penghuninya

  • Whatsapp
Gedung Tua ini seharusnya sudah tidak menampakkan wajah suramnya di Kota Manado/foto: manadonews.co.id
Gedung Tua ini seharusnya sudah tidak menampakkan wajah suramnya di Kota Manado/foto: manadonews.co.id
Gedung Tua ini seharusnya sudah tidak menampakkan wajah suramnya di Kota Manado/foto: manadonews.co.id

MANADO, MANADONEWS – Setiap warga Kawanua pasti tahu dengan keberadaan gedung di dekat bahkan hampir berhimpitan dengan hotel Grand Puri Manado. Bangunan yang berdiri tepat di atas jalan dua arah dari dan menuju Stadion Klabat itu, kondisinya saat ini, bukan saja tidak enak dipandang, namun semakin lama justru kian ‘mencemaskan’ kalau bukan disebut ‘mengerikan.’

Bangunan berusia puluhan tahun itu, selain konstruksinya sudah dipenuhi retakan, sehingga membuat pengguna jalan merasa was – was, in actu keberadaannya pun menambah jumlah bangunan ‘terbiarkan’ di ibukota provinsi Sulawesi Utara ini.

Bacaan Lainnya

Faktanya, bangunan tersebut berdiri kaku tanpa aktifitas sebagaimana rencana semula sang pemilik. Kekakuan itu memperlihatkan sosok gedung tanpa penghuni, dan memang kondisinya terbuka bagi alam, tidak tertutup.

Tapi, benarkah demikian? Pantauan langsung manadonews ke lokasi, Rabu (11/5) siang tadi, menguak sebuah fakta lain. Bangunan tua itu ternyata berpenghuni.

Baca Juga:  Seleksi Calon Paskibraka Tahun 2020 Tahap Pertama Selesai Dilaksanakan

Kalau di bagian bawah digunakan para pedagang makanan serta tempat rehat para sopir angkutan Sirtu, yang memang mangkal di seputaran gedung, naik ke lantai 1 temuan manadonews sangat mengejutkan!

Ada penghuni lain di situ. Terdapatnya sekat – sekat dari kardus, tali jemuran bahkan ada pakaian lagi dijemur cukup mengindikasikan kalau tempat itu ada yang menempati.

Penasaran siapa mereka karena bertepatan penghuninya memang sedang tidak ada, manadonews bertanya kepada para sopir. Dan jawabannya, ya itu tadi, sungguh mengejutkan.

“Ohh…yang tinggal di situ adalah orang gila. Mereka biasanya akan tidur di situ pada malam hari,” kata salah satu sopir dengan raut wajah yang tidak memperlihatkan keterkejutan.

Kata ‘mereka’ yang disebut si sopir menandakan kalau yang menghuni lantai 1 lebih dari satu orang.

Dipastikan keberadaan ‘mereka’ bukan yang direncanakan pihak pengemban, pun pemilik gedung.

“Sebaiknya gedung ini dibongkar saja karena kalau dibiarkan akan seperti ini,” lanjut si sopir sambil berlalu. (Fik)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *