Piala Uber 2016, Indonesia Disingkirkan Korsel di Perempat Final

  • Whatsapp
Tim Uber Indonesia 2016. Foto: Prasetyo Utomo (Ant)
Tim Uber Indonesia 2016. Foto: Prasetyo Utomo (Ant)
Tim Uber Indonesia 2016. Foto: Prasetyo Utomo (Ant)

KUNSHAN, MANADONEWS – Tim Uber Indonesia tersingkir dari ajang Piala Uber 2016, usai menelan kekalahan dari Tim Uber Korea Selatan. Akhirnya Tim Indonesia harus berkemas lebih dulu dari Kunshan, China, setelah kalah untuk kali ketiga dari Korea Selatan di babak perempat final, Kamis (19/5).

Fitriani tak bisa menahan laju Korea Selatan meski sempat merebut satu game. Fitriani dipaksa menelan kekalahan dari pemain peringkat 14 dunia, Bae Yeon Ju, tiga game 13-21 21-14 dan 21-15. Pemain tunggal putri Indonesia Fitriani diturunkan sebagai tunggal ketiga guna menghadapi tunggal putri Korea Selatan tersebut. Sebelumnya Indonesia telah ketinggalan 0-2 dari Korsel menyusul kekalahan Maria Febe Kusumastuti dan Greysia Polii/Anggia Shitta Awanda.

Bacaan Lainnya

Meski sempat merebut game pertama, namun Fitriani kemudian ditaklukkan Bae Yeon Ju di dua game selanjutnya. Kemenangan Bae Yeon Ju atas pebulu tangkis 18 tahun Indonesia itu pada game ketiga memastikan Korea Selatan melaju ke semifinal.

Baca Juga:  Rektor IAIN Fattahul Muluk Idrus Alhamid Berharap Fenomena Muncul Kampus Beragama Mampu Bumikan Pancasila

Menurut Fitriani, salah satu kesalahannya dalam pertandingan ini adalah karena kurang tenang. “Saya berusaha menyumbang poin, namun gagal. Saya terlalu terburu-buru untuk mematikan lawan, dan kadang tertinggal dalam hal kecepatan,” kata Fitriani setelah pertandingan sperti dikutip CNN Indonesia.

Sebelum Fitriani tampil, tunggal putri Maria Febe Kusumastuti kalah 13-21 12-21 dari kalah dari Sung Ji Hyun. Kekalahan juga diderita ganda putri Greysia Polii/Anggia Shitta Awanda yang kalah 3-21 dan 19-21 dari ganda nomor satu Korsel, Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan.

“Korea sejak awal memang terlihat lebih meyakinkan di atas kertas dibandingkan Indonesia. Kami coba untuk mencuri poin di nomor ganda, namun tak berhasil melakukannya,” kata Greysia seusai pertandingan.

“Di game pertama, kami masih kurang berani dalam bermain. Di game kedua kami bermain baik, namun gagal di saat-saat penentuan,” kata Anggia.

Pasangan Greysia – Anggia sendiri semula diharapkan menjadi perebut poin bagi Indonesia, namun pada akhirnya tak bisa menyaingi ganda nomor satu Korea Selatan tersebut.

Baca Juga:  Sulut United Rekrut Striker Gaek I Made Wirahadi

Sebelumnya, Tim putri Merah-Putih menjadi runner up grup C setelah meraih meraih dua kemenangan dari tim Hong Kong dan tim Bulgaria. Indonesia hanya kalah dari tim putri Thailand pada grup C.

Pada laga menghadapi Thailand, Indonesia meraih dua kemenangan yaitu ganda pertama diwakili Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari dan tunggal terakhir Gregoria Mariska.

Sumber: CNN Indonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *