Bentrok Antar Warga di Timika, Dua Rumah Dibakar

  • Whatsapp
Dua unit rumah milik warga dibakar, saat bentrok antar warga yang terjadi di Timika, Papua, Selasa (24/5/2016) siang kemarin. Foto: Saldi Hermanto/Okezone
Dua unit rumah milik warga dibakar, saat bentrok antar warga yang terjadi di Timika, Papua, Selasa (24/5/2016) siang kemarin. Foto: Saldi Hermanto/Okezone
Dua unit rumah milik warga dibakar, saat bentrok antar warga yang terjadi di Timika, Papua, Selasa (24/5/2016) siang kemarin. Foto: Saldi Hermanto/Okezone

TIMIKA, MANADONEWS – Dua unit rumah milik warga dibakar, saat bentrok antar warga yang terjadi di Timika, Papua, Selasa (24/5/2016) siang kemarin sekitar pukul 13.25 WIT. Bentrokan itu melibatkan warga dari Jalan Busiri dengan warga dari Jalan Sam Ratulangi.

Berdasarkan keterangan dari Matius Pali salah satu warga yang rumahnya dibakar, para pembakar terdiri kurang dari 10 orang. Mereka menyerang warga Jalan Sam Ratulangi dan melakukan pengrusakan.

Bacaan Lainnya

“Mereka pakai bensin, karena tadi ada motor di depan. Mereka rusak lalu ambil bensinnya. Motor itu juga dibakar,” seru Matius di Timika, Selasa (24/5/2016) dikutip Okezone.

Bentrok antar warga yang pecah di Jalan Budi Utomo, Kota Timika, tersebut diduga karena buntut dari kasus pemukulan yang terjadi pada dua pemuda di Jalan Busiri Ujung. Massa dari salah satu kelompok pemuda lebih dulu merengsek ke Jalan Budi Utomo dan berkumpul di depan Bank BRI. Massa sempat terlibat adu mulut dengan petugas kepolisian yang sedang berjaga di sekitar. Kejadian tersebut sempat menimbulkan kemacetan.

Baca Juga:  Tingkatkan Pembangunan Kotamobagu,Tatong Jalin Kerjasama Dengan BIG

Beberapa saat setelah itu pihak kepolisian dapat menghalau massa pergi. Namun tak lama berselang, massa nyaris bentrok lagi di Jalan Budi Utomo. Kali ini dengan kelompok pemuda dari Jalan Patimura ujung karena tidak tahu persoalan apa-apa, kelompok pemuda ini pun mulai bersiaga di depan jalan dekat perempatan Jalan Pattimura dan Budi Utomo.

Kelompok massa dari kelompok lain sempat memalang Jalan Budi Utomo dengan batu. Situasi sempat tegang dan dan tidak ada satupun kendaraan yang berani melintas di di situ, lantaran massa mempersenjatai diri dengan panah wayer dan parang.

Anggota polisi yang berjaga di sekitar TKP bahkan sempat kewalahan menenangkan massa. Selang beberapa menit kemudian, Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mujiharso, SIK MSi sampai di TKP dan kemudian berusaha menenangkan massa.

Kapolres meminta kepada masyarakat agar membukakan palang jalan. “Saya harap kita semua bisa tenang. Jangan sampai ada keributan lagi. Kami akan menjaga saudara mereka dan keamanan saudara. Saya mohon dibuka palang jalannya,” ujar Kapolres dikutip jppn.com.

Massa yang masih emosi belum bisa ditenangkan, namun setelah tokoh masyarakat turut menenangkan massa akhirnya bersedia membuka palang jalan.

Baca Juga:  Mahasiswa Papua di Manado Ukir Bendera OPM di Dinding dan Halaman Asrama

Sekitar sore pukul 04.45 WIT, Kapolres datang bersama beberapa anggota Brimob dan sempat bertemu dengan Kepala Suku Kei, Pit Rafra untuk membahas persoalan yang terjadi. Dan Kapolres meminta agar para tokoh untuk bisa menenangkan warganya.

Kapolres di hadapan salah satu kubu massa menegaskan, bahwa polisi telah menangkap pelaku, dan saat ini telah ditahan di Polres Mimika, guna menjalani pemeriksaan terkait dengan pengeroyokan terhadap Tebe dan Yunus di Jalan Busiri Ujung.

Situasi berangsur kondusif. Tampak dua mobil Baracuda dari Korps Brimob masih berjaga-jaga, serta puluhan anggota polisi dari Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru masih tetap berjaga di lokasi kejadian.

[JPPN | Okezone]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *