Rodrigo Duterte; Filipina Tidak Akan Bergantung pada Amerika

Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte menyatakan bahwa di bawah kepemimpinannya Filipina tidak akan bergantung pada sekutu lamanya, Amerika Serikat. Foto: Reuters/Keith Bacongco
Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte menyatakan bahwa di bawah kepemimpinannya Filipina tidak akan bergantung pada sekutu lamanya, Amerika Serikat. Foto: Reuters/Keith Bacongco
Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte menyatakan bahwa di bawah kepemimpinannya Filipina tidak akan bergantung pada sekutu lamanya, Amerika Serikat. Foto: Reuters/Keith Bacongco

MANILA, MANADONEWS – Rodrigo Duterte memberikan sinyal Manila tak akan bergantung lagi pada Washington, terutama masalah dengan China terkait sengketa wilayah di Laut China Selatan. Presiden terpilih Filipina yang dikenal ceplas ceplos itu menyatakan bahwa di bawah kepemimpinannya Filipina tidak akan bergantung pada sekutu lamanya, Amerika Serikat.

Rodrigo Duterte resmi dinyatakan menjadi presiden ke-16 Filipina pada Senin (30/5) ketika sesi gabungan Kongres menyatakannya sebagai pemenang pemilu yang digelar pada 9 Mei 2016 lalu. Rodrigo Duterte secara resmi akan menggantikan Presiden Benigno Aquino pada 30 Juni 2016 mendatang.

Bacaan Lainnya

“Hal ini tidak akan bergantung pada Amerika. Dan ini akan menjadi langkah yang tidak dimaksudkan untuk memberi manfaat kepada siapa pun kecuali demi kepentingan Filipina,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Selasa (31/5).

Filipina merupakan salah satu negara pendukung Washington sejak lama, utamanya setelah sengketa Laut Cina Selatan, salah satu rute perdagangan terpenting di dunia dengan nilai mencapai US$5 triliun per tahun.

Baca Juga:  Jokowi Angkat Isu Terorisme dan Arus Pengungsian

China mengklaim sebagian besar wilayah ini, membangun pulau buatan, lapangan terbang dan fasilitas militer lainnya. Klaim China tumpang tindih dengan Filipina, Malaysia, Brunei, Taiwan dan Vietnam.

“Saya pikir tidak ada cara lain untuk menyelesaikan sengketa ini kecuali dengan berbicara satu sama lain,” kata Yasay kepada wartawan pekan ini.

Duterte sebelumnya sudah menyatakan bahwa dia mendukung perundingan multilateral untuk menyelesaikan baris atas Laut China Selatan, yang akan dihadiri oleh Amerika Serikat, Jepang dan Australia serta negara-negara penggugat.

“Kita tentu ingin memastikan bahwa kita mampu melanjutkan pembicaraan bilateral, karena ini diperlukan,” ujarnya.

Pria yang saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota Davao City itu juga menyerukan agar China menghormati Zona Ekonomi Eksklusif sepanjang 200 mil laut yang ditetapkan berdasarkan hukum internasional.

Ketika ditanya wartawan apakah ia akan mendorong perundingan bilateral dengan China, Duterte menjawab, “Kami memiliki perjanjian soal ini dengan Barat, tapi saya ingin semua orang tahu bahwa kami akan menentukan langkah kami sendiri.”

Baca Juga:  Trauma 1 dan 15 Januari, Normalisasi Sungai Manado harus Tuntas

[CNN]

Pos terkait