Example floating
Example floating
AgamaBerita TerbaruBerita UtamaManadoPemerintahan

Masjid Disegel, Puluhan Warga Eks Kampung Bobo Harus Tarawih Dipinggir Jalan

×

Masjid Disegel, Puluhan Warga Eks Kampung Bobo Harus Tarawih Dipinggir Jalan

Sebarkan artikel ini
Perwakilan warga bersama aparat kepolisian melakukan pembicaraan di depan kantor Depag Manado. (Foto: Manadonews/Demsi).
Perwakilan warga bersama aparat kepolisian melakukan pembicaraan di depan kantor Depag Manado. (Foto: Manadonews/Demsi).
Perwakilan warga bersama aparat kepolisian melakukan pembicaraan di depan kantor Depag Manado. (Foto: Manadonews/Demsi).

MANADO, MANADONEWS – Bulan Ramadhan kali ini membawa duka bagi puluhan warga eks Kampung Bobo Kelurahan Maasing Kecamatan Tuminting Kota Manado.

Bukan hanya karena mereka harus kehilangan tempat tinggal dan menjadi korban penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kota Manado, namun bulan ramadhan kali ini, menjadi duka tersendiri karena masjid Nurul Fatah yang berdiri dilokasi penggusuran tersebut, disegel oleh pihak kepolisian hingga mengakibatkan banyak warga muslim yang bermukim di kampung tersebut, harus menjalankan ibadah puasa pertama mereka dipinggir jalan.

MANTOS MANTOS

“Torang kasiang sampe Tarawih dipinggir jalan tadi malam,” ungkap salah seorang ibu yang melakukan demo di kantor Departemen Agama (Depag) Manado sambil terisak, (6/6) siang tadi.

Baca Juga:  Gelar Bazzar Murah, Rio Dondokambey: UMKM Harus Disupport

Puluhan Warga eks Kampung Bobo tersebut, melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Departeman Agama (Depag) Manado, bersama para mahasiswa dan aktivis,  untuk meminta instansi tersebut agar mendesak pihak kepolisian untuk membuka akses pintu masuk ke masjid Nurul Fatah agar warga bisa menjalankan aktifitas beribadah apalagi di bulan ramadhan saat ini.

“Kami ingin aparat kepolisian membuka segel pintu masuk masjid Nurul Fatah, sehingga warga masyarakat yang hendak menjalankan ibadah di bulan ramadhan kali ini boleh menggunakan masjid tersebut, karena warga sampai saat ini melakukan sholat hanya di pinggir jalan,” ujar Rusli Umar, koordinator aksi.

Pantauan Manadonews dilokasi, tampak aparat Polresta Manado melakukan pengawalan dalam aksi tersebut, Selanjutnya, aparat kepolisian bersama para demonstran terlihat berjalan menuju masjid Ahmad Yani Manado, untuk melakukan sholat bersama.

Baca Juga:  Bupati Talaud Hadiri Pemakaman Tokoh Gereja Bethel Lalue

Demsi Lumendek

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *