Anggota Komunitas Pecinta Satwa Tertangkap Menjual Satwa Langka

Ahmad Nurcholis (20) diamankan Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Malang, Kamis (2/6/2016). Foto: ProFauna
Ahmad Nurcholis (20) diamankan Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Malang, Kamis (2/6/2016). Foto: ProFauna
Ahmad Nurcholis (20) diamankan Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Malang, Kamis (2/6/2016). Foto: ProFauna

MALANG, MANADONEWS – Pedagang satwa langka Ahmad Nurcholis yang diamankan oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, ternyata mengaku tergabung juga dalam komunitas musang lover alias penggemar satwa musang.

Sebelumnya, seorang Mahasiswa yang menjual spesies satwa dilindungi melalui jejaring sosial diamankan Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Malang. Ahmad Nurcholis (20) tertangkap tangan saat hendak menjual satwa dilindungi di Merjosari, Kota Malang pada hari Kamis (2/6/2016).

Bacaan Lainnya

Pengakuan itu muncul dari mulut Nurholis ketika diminta keterangan oleh petugas d kantor KSDA Seksi Malang pada tanggal 2 Juni 2016. “Saya baru pertama kali ini jualan elang, sebelumnya hanya jualan musang karena saya juga tergabung dalam musang lover”, aku Nurcholis yang masih berstatus mahasiswa di PTS di Malang itu.

“Biasanya saya mendapatkan musang dari Probolinggo, ada orang yang mengantar ke tempat saya”, ujar Ahmad Nurcholis sambil tertunduk lesu.

Baca Juga:  Gubernur Sambangi Sekretariat Mahasiswa Asal Sulut di Malang

Sebelumnya, Ahmad Nurcholis menawarkan dua ekor elang bido di akun Facebook ‘Holis Rase’ pada tanggal 31 Mei 2016. Namun kemudian perdagangan elang yang sudah dilindungi itu berhasil digagalkan oleh petugas KSDA Seksi Malang yang dipimpin oleh Kuat Gunawan.

Keberadaan komunitas atau kolektor satwa memang turut memicu terjadinya perdagangan satwa liar. “Semakin banyaknya komunitas seperti musang lover atau sejenisnya itu turut memicu semakin meningkatnya perdagangan satwa liar, karena mereka juga banyak yang memang melakukan jual beli satwa koleksinya”, tegas Dwi Derma, juru kampanye PROFAUNA Indonesia.

[ProFauna]

Pos terkait