Gempa 6 SR Guncang Bali Lombok Berpusat di Samudera Hindia

  • Whatsapp
Wilayah Lombok, Sumbawa, Bali, dan Jawa Timur diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan M=6,0. Kamis, 9 Juni 2016, pukul 11.13.06 WIB. |SS BMKG
Wilayah Lombok, Sumbawa, Bali, dan Jawa Timur diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan M=6,0. Kamis, 9 Juni 2016, pukul 11.13.06 WIB. |SS BMKG
Wilayah Lombok, Sumbawa, Bali, dan Jawa Timur diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan M=6,0. Kamis, 9 Juni 2016, pukul 11.13.06 WIB. |SS BMKG

JAKARTA, MANADONEWS Gempa berkekuatan 6,0 Skala Richter (SR) terjadi di wilayah Bali, Lombok, dan Sumbawa pada Kamis (9/6) pukul 11.13 WIB. Gempa di siang hari ini membuat masyarakat terkejut dan berhamburan keluar rumah atau bangunan untuk menyelamatkan diri.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan sumber gempa berasal di jalur pertemuan lempeng tektonik antara Lempeng Hindia Australia dan lempeng Eurasia. “Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 kilometer di 286 km barat daya Sumbawa Barat atau 308 km tenggara Klungkung Bali. Gempa tidak berpotensi tsunami,” kata Sutopo dalam keterangannya dilansir CNN.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono, melalui laman resmi BMKG, merilis hasil analisa gempa bumi yang terjadi di Samudera Hindia tersebut.

Baca Juga:  Pegunungan Bintang Diguncang Gempa 5,6SR

Hari Kamis, tanggal 9 Juni 2016, pada pukul 11.13.06 WIB, wilayah Lombok, Sumbawa, Bali, dan Jawa Timur diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan M=6,0. Pusat gempabumi ini terletak pada koordinat 11,42 lintang Selatan dan 116,18 bujur timur, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak sekitar 305 kilometer arah selatan Kota Mataram, Lombok, pada kedalaman hiposenter 11 kilometer.

Berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map), dampak gempabumi ini menimbulkan guncagan pada skala intensitas di Mataram III-IV MMI (II SIG BMKG), Denpasar IV MMI (II SIG BMKG), di Karangkates II MMI (I SIG BMKG), di Bima I-II MMI (I SIG BMKG). Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan kerusakan sebagai akibat dampak gempabumi.

Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi tektonik dengan hiposenter dangkal di luar zona subduksi (outer rise). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi yang terjadi memiliki mekanisme sesar turun (normal fault). Hasil analisis parameter sesar menunjukkan nilai Strike1=61, Dip1=49 Rake1=-122 dan Strike2=286, Dip2=50, Rake2=-57.

Baca Juga:  Eman Hadiri Seminah Pencehagan Korupsi

Jika kita memperhatikan letak episenter gempabumi, tampak bahwa pusat gempabumi yang terjadi berasosiasi dengan dinamika tektonik di zona outer rise yang mengalami tarikan pada Lempeng Indo-Australia di luar zona subduksi. Mengingat gaya yang bekerja berupa tarikan (tension) lempeng, sehingga relevan jika mekanisme sumber gempabumi yang terjadi merupakan penyesaran turun.

Patut disyukuri bahwa walaupun gempabumi ini berpusat di laut dengan mekanisme sesar turun, tetapi gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena kekuatan dan kedalaman hiposenternya tidak mendukung terjadinya perubahan dasar laut secara signifikan untuk dapat memicu terjadinya tsunami.

Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam paska gempabumi belum terjadi gempabumi susulan. Untuk itu masyarakat pesisir selatan Sumbawa, Lombok, dan Bali dihimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Peta tingkat guncangan (shakemap).|SS BMKG
Peta tingkat guncangan (shakemap).|SS BMKG

Pos terkait