Pertahanan Grendel Italia Redam Generasi Emas Belgia

  • Whatsapp
Pemain-pemain Italia merayakan gol Graziano Pelle, dan mengunci kemenangan 2-0 atas Belgia pada pertandingan Grup E Piala Eropa 2016, di Lyon, Selasa (14/6) dini hari WITA. Foto: REUTERS/Jason Cairnduff
Pemain-pemain Italia merayakan gol Graziano Pelle, dan mengunci kemenangan 2-0 atas Belgia pada pertandingan Grup E Piala Eropa 2016, di Lyon, Selasa (14/6) dini hari WITA. Foto: REUTERS/Jason Cairnduff
Pemain-pemain Italia merayakan gol Graziano Pelle, dan mengunci kemenangan 2-0 atas Belgia pada pertandingan Grup E Piala Eropa 2016, di Lyon, Selasa (14/6) dini hari WITA. Foto: REUTERS/Jason Cairnduff

LYON, MANADONEWS Meski timnas Belgia tampil lebih dominan, tapi serangan mereka belum cukup untuk menembus rapatnya barisan pertahanan berpengalaman Italia. Kokohnya lini pertahanan dan serangan balik ciamik Italia berhasil menaklukkan generasi emas Belgia dengan kemenangan 2-0 pada pertandingan Grup E Piala Eropa 2016, di Lyon, Selasa (14/6) dini hari WITA.

Italia berhasil mengalahkan tim yang disebut-sebut sebagai bagian dari generasi emas sepak bola Belgia, itu berkat gol-gol yang dicetak Emanuele Giaccherini di babak pertama dan Graziano Pelle di penghujung laga pun mengunci tiga poin untuk Italia. Tim asuhan juru taktik Antonio Conte kini menempati puncak klasemen Grup E, unggul dua poin atas Swedia dan Republik Irlandia yang bermain imbang sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Babak Pertama

Tampil dengan formasi 3-5-2, Italia memiliki pertahanan yang sangat sulit ditembus oleh Belgia. Pengalaman dan ketahanan lini belakang Italia berhasil meredam daya gedor Eden Hazard serta Kevin de Bruyne. Taktik pasukan Antonio Conte ketika menyerang balik berhasil menciptakan beberapa peluang.

Baca Juga:  Tuan Rumah Prancis Menang atas Rumania di Laga Perdana EURO 2016

Awalnya, salah satu peluang terbaik justru diciptakan oleh Belgia di menit kesepuluh. Lewat serangan balik, Romelu Lukaku memberikan bola pada Marouane Fellaini, lalu sang gelandang menanduknya ke jalur lari Radja Nainggolan. Gelandang Roma itu langsung melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, namun Gianluigi Buffon masih mampu menepisnya.

Dominasi pertandingan berpindah ke tangan Belgia. Hazard dkk mulai menemukan ritme permainannya, tapi tetap kesulitan menembus rapatnya pertahanan Italia yang digalang trio Juventus. Romelu Lukaku sebagai penyerang bahkan sangat jarang mendapatkan bola. Beberapa peluang justru diciptakan dari tembakan jarak jauh, dengan Nainggolan sebagai pusatnya.

Di tengah kepercayaan diri Belgia itu, Italia berhasil menemukan celah. Umpan jauh dari Leonardo Bonucci mengarah tepat ke kotak penalti Belgia. Emanuele Giaccherini berhasil lolos dari kawalan Toby Alderweireld dan mengontrol bola. Winger Bologna itu tinggal berhadapan dengan Thibaut Courtois, lalu dengan tenang menempatkan bola ke sudut gawang Belgia. Italia membuka gol pertama di menit ke-32.

Graziano Pelle nyaris menggandakan keunggulan lewat sundulan, tapi bola masih meleset ke gawang. Sebelum jeda turun minum, Belgia mendapat kesempatan lewat aksi De Bruyne dan Lukaku. Namun tendangan De Bruyne mampu diblok oleh Bonucci, sementara sepakan Lukaku terlalu lemah.

Baca Juga:  Melayat Rumah Duka di Petta, HRM 'Diserbu' Warga

Babak Kedua

Masuk paruh kedua, permainan Belgia sedikit lebih hidup. Belgia tidak melakukan pergantian pemain, tapi De Bruyne diberi kebebasan lebih untuk berkreasi. Winger Manchester City itu jelas memberikan pengaruh besar dengan dribel dan umpan-umpan kunci. Namun, pertahanan berpengalaman Italia masih sulit untuk ditembus.

Saling balas serangan pun terjadi. Belgia melancarkan serangan balik yang dipimpin De Bruyne. Bola diberikan pada Lukaku, tapi penyerang Everton yang hanya tinggal menghadapi Buffon itu gagal mencetak gol. Kemudian, Antonio Candreva membalasnya dengan umpan lambung pada Pelle, namun sundulannya mampu ditepis oleh Courtois.

Demi kepentingan taktik, Conte mengganti Darmian dengan Mattia de Sciglio. Marc Wilmots yang menilai timnya kesulitan berkreasi pun menarik keluar Nainggolan dan memainkan Dries Mertens. Pergantian Belgia ini sebenarnya memberikan dampak dan Hazard nyaris mencetak gol, tapi Chiellini melakukan pelanggaran taktis dengan menghentikan Hazard dan mendapat kartu kuning.

Memasuki sepuluh menit akhir, Belgia tampil makin dominan. Masuknya Divock Origi membuat lini depan Red Devils lebih efektif. Penyerang Liverpool itu bahkan mendapat kesempatan emas di menit ke-82 dengan sundulan hasil operan De Bruyne, tapi bola masih melambung tipis di atas mistar.

Baca Juga:  Hendra Makalalag Pastikan Itu Berita Bohong

Di tengah dominasi itu, lagi-lagi Italia menemukan celah. Serangan balik yang dipimpin oleh Ciro Immobile berujung pada operan untuk Candreva. Winger Lazio itu menahan bola cukup lama, lalu melambungkan umpan untuk Pelle. Dengan tenang, penyerang Southamptoun itu melepaskan tembakan voli keras yang mengunci kemenangan 2-0 atas Belgia.

Laporan hasil pertandingan Italia vs Belgia di Piala Eropa 2016
Laporan hasil pertandingan Italia vs Belgia di Piala Eropa 2016

Berikut susunan pemain Italia Vs Belgia.

Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois (PG); Laurent Ciman (Yannick Carrasco), Toby Alderweireld, Thomas Vermaelan, Jan Verthongen; Radja Nainggolan (Dries Mertens), Axel Witsel; Kevin De Bruyne, Marouane Fellaini, Eden Hazard; Romelu Lukaku (Divock Origi)

Pelatih: Marc Wilmots

Italia (5-3-2): Gianluigi Buffon (PG); Antonio Candreva, Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Matteo Darmian (Mattia De Sciglio); Marco Parolo, Daniele De Rossi (Thiago Motta), Emanuele Giaccherini; Graziano Pele, Eder (Ciro Immobile)

Pelatih: Antonio Conte.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *