Jokowi Sampaikan Duka Cita dan Mengajak Bantu Korban Longsor Jateng

Hingga pagi tadi (20/06) jumlah korban tewas mencapai 43 orang akibat tanah longsor di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Hingga pagi tadi (20/06) jumlah korban tewas mencapai 43 orang akibat tanah longsor di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Hingga pagi tadi (20/06) jumlah korban tewas mencapai 43 orang akibat tanah longsor di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

JAKARTA, MANADONEWS Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan duka cita atas jatuhnya korban jiwa akibat tanah longsor di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Presiden juga mengajak masyarakat untuk bergerak bersama-sama membantu korban musibah itu.

“Banjir, tanah longsor melanda beberapa daerah. Duka cita atas jatuhnya korban tanah longsor di Jateng. Kita bergerak bersama membantunya,” tulis Presiden Jokowi dalam akun Twitter-nya @jokowi, yang diunggah pada Minggu (19/6) sore.

Bacaan Lainnya

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga pagi tadi (20/06) jumlah korban tewas mencapai 43 orang akibat tanah longsor di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Banjir dan tanah longsor disebabkan hujan deras yang terus turun sejak Sabtu (18/6) lalu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sebagian besar korban tewas dan hilang berada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Mereka tertimbun tanah saat melintas di jalan rawan longsor. Sementara itu, 19 orang masih dinyatakan hilang dan 14 orang luka-luka.

Baca Juga:  Didukung Tokoh Masyarakat, ROR-RD Mengkristal di Dapil III

“Daerah yang paling parah memang Purworejo, kemudian Banjarnegara, dan Kebumen,” ujar Sutopo di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (20/6) dikutip CNN Indonesia.

Selain tiga daerah tersebut, banjir dan longsor juga terjadi di Kendal, Sragen, Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kebumen Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, Karanganyar dan Solo.

Menurut Sutopo, akses transportasi di beberapa kabupaten sempat lumpuh dan ribuan rumah turut hancur akibat banjir dan longsor tersebut. Sutopo berkata pencarian korban hari ini akan difokuskan di Desa Caok, Karangrejo, dan Desa Donorati, Purworejo.

Dia mengakui pencarian korban di daerah tersebut cukup sulit lantaran akses jalan yang tertimbun longsor. Selain itu cuaca yang tak menentu membuat petugas kesulitan mencari korban.

Sutopo menetapkan waktu pencarian korban dilakukan selama tujuh hari ke depan terhitung sejak tanggal 18 Juni 2016. Waktu pencarian korban ini, kata dia, bisa diperpanjang sesuai kebutuhan dan permintaan dari keluarga korban.

[Setkab | CNN]

Pos terkait