KKP Rekrut 200 Pendamping Manajemen Usaha Kelautan Perikanan

  • Whatsapp
Kepala BPSDM KP, Rifky Effendi Hardijanto. Foto: ist
Kepala BPSDM KP,  Rifky Effendi Hardijanto. Foto: ist
Kepala BPSDM KP, Rifky Effendi Hardijanto. Foto: ist

BOGOR, MANADONEWS Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pendampingan manajemen usaha terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kelautan dan perikanan. Hal tersebut dilakukan KKP melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP), dengan merekrut 200 orang pendamping manajemen usaha kelautan dan perikanan.

“Mereka bekerja di lapangan mendampingi pelaku usaha kelautan dan perikanan. Mereka melaporkan hasil pekerjaan dan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan minimal sekali dalam setiap minggu,” ungkap Kepala BPSDM, Rifky Effendi Hardijanto di Bogor, Jawa Barat, Senin (20/6).

Bacaan Lainnya

Pendamping manajemen usaha, lanjutnya, ditempatkan sesuai domisili yang bersangkutan, di kawasan minapolitan dan sentra kelautan dan perikanan. Rekrutmen pendamping ini dilatar belakangi rendahnya penyerapan kredit, baik perbankan maupun nonbank, di sektor kelautan dan perikanan.

Baca Juga:  Kominfo Lakukan Penghematan 51 Miliar dalam ABPN-P Tahun 2016

“Ada indikasi keengganan atau ketidakpercayaan dari pihak perbankan untuk mengucurkan kredit terutama ke usaha mikro, karena masih menggangap bahwa sektor kelautan dan perikanan adalah usaha dengan resiko tinggi,” lanjut Rifky.

Nantinya, para pendamping ini memiliki tugas membantu UMKM kelautan dan perikanan untuk bankable, sehingga dapat mengakses perbankan. Contohnya dengan membekali bagaimana melakukan pencatatan transaksi keuangan.

“Untuk usaha yang potensial dan feasible namun belum bankable, kita arahkan mendapatkan pembiayaan dari koperasi yang mereka bentuk,” tutur Rifky.

Hal ini tentunya menjadi tantangan, mengingat pemerintah telah menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat menjadi 9% per tahun. Berdasarkan data Bank Indonesia, hanya sekitar 20% kredit UMKM bagi usaha mikro, dan hanya 5% dari total kredit UMKM yang menyasar pelaku perikanan.

Kondisi ini perlu disikapi mengingat populasi UMKM di Indonesia masih didominasi oleh usaha mikro (98,8%) yang informal serta memiliki aset dan produktivitas yang rendah, termasuk di sektor kelautan dan perikanan.

Sebagai bagian untuk menyiapkan para pendamping manajemen usaha tersebut, telah direkrut 81 orang Penyuluh Perikanan Bantu Manajemen Usaha dari 66 Kabupaten/Kota. Sementara 119 orang lainnya merupakan penyuluh perikanan PNS.

Baca Juga:  ROR: Ini Bukan yang Terakhir!

Selain perekrutan pendamping manajemen usaha, dalam rangka mendukung upaya-upaya tersebut, BPSDMP KP juga menginisiasi penumbuhan 600 koperasi pada 2016.

“Tahun ini kita mencoba membentuk 600 koperasi untuk selanjutnya dikembangkan menjadi Lembaga Keuangan Mikro,” tutup Rifky.

[KKP.go.id]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *