BNPB; 5 Tewas, 2 Hilang, dan Ratusan Rumah Rusak Akibat Bencana Alam di Sangihe

BNPB, mengatakan banjir dan tanah longsor di Sangihe, Sulut, terjadi akibat hujan deras, gelombang pasang dan struktur tanah yang labil di daerah perbukitan. Foto: PMI Sangihe
BNPB, mengatakan banjir dan tanah longsor di Sangihe, Sulut, terjadi akibat hujan deras, gelombang pasang dan struktur tanah yang labil di daerah perbukitan. Foto: PMI Sangihe
BNPB, mengatakan banjir dan tanah longsor di Sangihe, Sulut, terjadi akibat hujan deras, gelombang pasang dan struktur tanah yang labil di daerah perbukitan. Foto: PMI Sangihe

JAKARTA, MANADONEWS Bencana banjir dan longsor menimpa 6 kecamatan (Kec. Tahuna, Tahuna Barat, Tahuna Timur, Manganitu, Kendahe, Tamako, Manganitu Selatan dan Tatoareng) di Kabupaten Sangihe pada 20-21 Juni 2016. Masih dalam upaya penanganan darurat akibat banjir, longsor, gelombang pasang dan cuaca ekstrem masih dilakukan di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, bencana alam di Kab. Sangihe menyebabkan 5 orang tewas, 2 orang hilang, dan kerusakan rumah dan infrastruktur senilai Rp 57 milyar. Kerusakan perumahan meliputi 44 unit rumah rusak berat, 116 unit rumah rusak sedang, dan 49 unit rumah rusak ringan.

Bacaan Lainnya

Kerusakan infrastruktur meliputi rusaknya dasar jembatan dua unit dan jalan sepanjang 1 km sehingga mengakibatkan lima kampung dan tiga kecamatan terisolir. Sarana pendidikan dan fasilitas umum yang rusak 7 unit serta kerusakan perkebunan dan pertanian lebih kurang 10 ha.

Baca Juga:  Ini Manfaat Aplikasi Siskeudes Versi 2.0 Terkait Pengelolaan Dana Desa

Sutopo menambahkan, pengungsi sebanyak 610 jiwa ditampung di dua lokasi, gereja Imanuel dan SD Kolongan Beha. Pendataan dampak bencana masih dilakukan.

Tim Reaksi Cepat BNPB dipimpin Direktur Tanggap Darurat BNPB telah berada di lokasi bencana sejak Rabu (22/6/2016) untuk mendampingi BPBD. BNPB menyerahkan bantuan dana siap pakai utuk operasional penanganan darurat Rp 350 juta yang diterima Bupati Kepulauan Sangihe.

TRC BNPB melakukan kaji cepat dan bantuan siap saji serta peninjauan lokasi pengungsian dan daerah terdampak bencana. BPBD Provinsi Sulawesi Utara telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan. BPBD Kep Sangihe bersama TNI, Polri, SAR, SKPD, dan lainnya melakukan penanganan pengungsi, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan warga yang terdampak, serta pembukaan akses jalan.

Lanjut menurut Sutopo dalam keterangannya menyebutkan, “kebutuhan mendesak saat ini adalah kebutuhan dasar pengungsi, dapur umum, air bersih, wc darurat, manajemen pengungsian, pengalian longsoran yang menimbun korban jiwa, pembukaan akses jalan, normalisasi alur sungai, perbaikan sarana air bersih dan perbaikan jaringan listrik.”

Baca Juga:  Gema Takbir Berkumandang Kala Gubernur dan Wagub Melepas Peserta Pawai Takbiran

Bagi warga yang hendak mencari informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Direktur Tanggap Darurat BNPB, Junjungan Tambunan, melalui nomor; (+628131 8969798).

Otoritas terkait di Sangihe yaitu BPBD, TNI, Polisi, tim SAR, dan relawan serta masyarakat masih terus melakukan pendataan korban dan dampak bencana. Foto: PMI Sangihe
Otoritas terkait di Sangihe yaitu BPBD, TNI, Polisi, tim SAR, dan relawan serta masyarakat masih terus melakukan pendataan korban dan dampak bencana. Foto: PMI Sangihe

[BNPB]

Pos terkait