Simpati Bencana Sangihe, Koalisi Relawan Kumpulkan Sumbangan di Manado

  • Whatsapp
Salah satu lokasi yang terkena dampak cukup parah adalah di kelurahan Kolongan Beha kecamatan Tahuna Barat. Foto: KPBAS | Jhon Makasunggal
Salah satu lokasi yang terkena dampak cukup parah adalah di kelurahan Kolongan Beha kecamatan Tahuna Barat. Foto: KPBAS | Jhon Makasunggal
Salah satu lokasi yang terkena dampak cukup parah adalah di kelurahan Kolongan Beha kecamatan Tahuna Barat. Foto: KPBAS | Jhon Makasunggal

MANADO, MANADONEWS Upaya penanganan darurat masih diperlukan menyusul bencana banjir, longsor, gelombang pasang dan cuaca ekstrem menimpa 6 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 20-21 Juni 2016. Diantaranya; Kec. Tahuna, Tahuna Barat, Tahuna Timur, Manganitu, Kendahe, Tamako, Manganitu Selatan dan Tatoareng.

Sementara itu, di Manado aksi simpati warga terhadap bencana alam di kabupaten Sangihe berdatangan. Salah satunya dari relawan yang membentuk Koalisi Peduli Bencana Alam Sangihe mengadakan pengumpulan sumbangan untuk korban bencana.

Bacaan Lainnya

“Saya berharap lewat aksi solidaritas ini, masyarakat kota Manado dan sekitarnya tergerak batin untuk membantu, bersama-sama menyalurkan bantuan dalam bentuk doa, dana dan sumbangan. Hasil sumbangan yang kami dapatkan dari aksi ini akan kami salurkan ke lokasi untuk memenuhi kebutuhan korban,” ungkap Viando Imanuel Manarisip, salah satu rewalan Koalisi Peduli Bencana Alam Sangihe kepada MANADONEWS (24/06).

Baca Juga:  Lapor Pak Wali! Bangunan Megah di Jalan Protokol Ini Terbengkalai hampir 40 Tahun

Viando menambahkan, bantuan tersebut akan langsung disalurkan ke lokasi pengungsian.

Menurut informasi dari Koalisi Peduli Bencana Alam Sangihe, salah satu yang terkena dampak cukup parah adalah di kelurahan Kolongan Beha kecamatan Tahuna Barat. Dimana sekitar 25 unit rumah warga rusak berat, 2 unit rusak sedang, dan 43 unit rusak ringan.

Dampak bencana di kelurahan Kolongan Beha menelan 1 korban jiwa, sekitar 347 jiwa (termasuk 18 balita) dari 83 KK terpaksa mengungsi. 3 orang korban bencana dirujuk ke RSUD Liunkendage.

Menurut keterangan sumber, untuk lokasi pengungsian di kelurahan Kolongan Beha tidak terpusat pada satu tempat pengungsian. Para pengungsi tersebar di rumah-rumah warga (sanak saudara) di lokasi yang tidak terdampak seperti di kampung Dali, seberang DAS Kolongan.

Lokasi bencana sulit diakses, pasalnya jalan menuju kampung Koka harus melalui jembatan yang hampir putus, namun sudah ada upaya alternatif. Sedangkan akses ke kampung Panging masih bisa dilalui bila tidak banjir, sebab harus menyeberang sungai.

Untuk saat ini warga yang mengungsi sangat membutuhkan pasokan makanan, air minum, pakaian, selimut, alas tidur, masker, susu dan popok bayi, serta obat-obatan.

Baca Juga:  Mokat Sebut Kerja Cepat dan Cerdas Buah Keberhasilan WTP Mitra Kelima

Bagi warga yang ingin turut menyumbang bisa mengantar langsung ke alamat posko relawan Koalisi Peduli Bencana Alam Sangihe di sekretariat MPA Zooxanthellae FPIK Unsrat. Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi Danny Rofiyanto di nomor +085343892767.

Akses jalan menuju lokasi terdampak bencana hampir putus. Foto: KPBAS | Jhon Makasunggal
Akses jalan menuju lokasi terdampak bencana hampir putus. Foto: KPBAS | Jhon Makasunggal
Dampak bencana di kampung Panging kelurahan Kolongan Beha, hanya menyisakan 3 unit rumah, 8 lainnya hanyut diseret banjir bandang. Foto: KPBAS | Jhon Makasunggal
Dampak bencana di kampung Panging kelurahan Kolongan Beha, hanya menyisakan 3 unit rumah, 8 lainnya hanyut diseret banjir bandang. Foto: KPBAS | Jhon Makasunggal

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *