Indonesia Kecam Bom Bunuh Diri di Bandara Ataturk Istanbul

  • Whatsapp
Sedikitnya 36 korban tewas dalam serangan bom bunuh diri di Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, Selasa (28/6). Foto: Reuters/Murad Sezer
Sedikitnya 36 korban tewas dalam serangan bom bunuh diri di Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, Selasa (28/6). Foto: Reuters/Murad Sezer
Sedikitnya 36 korban tewas dalam serangan bom bunuh diri di Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, Selasa (28/6). Foto: Reuters/Murad Sezer

JAKARTA, MANADONEWS Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras serangan teror yang terjadi di Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, Selasa (28/6) malam, yang mengakibat kan sedikitnya 36 orang meninggal dunia, dan lainnya luka-luka.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban, pemerintah serta rakyat Turki atas kejadian tersebut,” bunyi siaran pers Pemerintah Indonesia melalui Kemlu RI, Rabu (29/6) pagi.

Bacaan Lainnya

Sementera itu, Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri di Bandara Ataturk, Istanbul, pada Selasa (28/6) kemungkinan merupakan militan ISIS. Akibat serangan ini, setidaknya 36 orang tewas dan korban terluka masih terus di data.

“Temuan awal dari pasukan keamanan kami menunjukkan ISIS sebagai pelaku serangan teror ini. Meskipun indikasi menunjukkan ISIS, penyelidikan kami masih terus berlanjut,” ujar Yildirim seperti dikutip Washington Post, Selasa (28/6).

Baca Juga:  Jaga Petani dan Nelayan Tetap Berproduksi, Pemerintah Siapkan Skema Ini..

KJRI Imbau WNI di Turki Tingkatkan Kewaspadaan

Sejauh ini, menurut siaran pers tersebut, belum diperoleh informasi adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban. “KJRI Istanbul telah menugaskan staf untuk memantau di Bandara Attaturk, berkoordinasi dengan otoritas setempat, berkoordinasi dengan masyarakat Indonesia di Istanbul,” tulis siaran pers Kemlu.

Meski demikian, pemerintah kembali mengingatkan kepada seluruh WNI yang ada di Turki untuk menjaga keamanan pribadi, meningkatkan kewaspadaan, menghindari tempat-tempat keramaian yang dapat menjadi target teror serta mengikuti arahan dan himbauan otoritas keamanan setempat.

Saat ini terdapat sekitar 728 orang WNI dan 310 di antaranya mahasiswa dan sebagian lagi adalah WNI yang bekerja di Turki.

Untuk warga Indonesia yang ingin mendapatkan informasi mengenai perkembangan di Turki, KJRI Istanbul membuka saluran langsung (hotline) yang dapat dihubungi, yaitu di nomor +905319831534 (Ibu Ida). Untuk keluarga di Indonesia dapat menghubungi hotline di +6281290070027.

[Ditinfomed Kemlu|Setkab|CNN]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *