Menhan; Lokasi 7 WNI Disandera Kelopok Bersenjata di Filipina Sudah Terpantau

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu. Foto: Ist
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu. Foto: Ist
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu. Foto: Ist

JAKARTA, MANADONEWS Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyatakan lokasi tujuh anak buah kapal (ABK) yang disandera kelompok bersenjata Filipina, sudah terpantau. Menurutnya, ketujuh ABK yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) semula disandera di pegunungan utara Kepulauan Sulu, telah dipindahkan ke arah selatan di wilayah yang disebut Panadao.

“Sudah tiga-empat hari ini di sana, nanti kalau digeser lagi entah ke mana, intelijen ada di sana semua pasti saya diinformasikan,” ujar Ryamizard di Jakarta, Jumat (30/06), seperti dilansir Antara.

Bacaan Lainnya

Meskipun telah mengetahui lokasi penyanderaan ketujuh ABK, Menhan menegaskan, pasukan Indonesia belum bisa dikerahkan untuk membebaskan sandera sesuai dengan kesepakatan kedua negara. Pasalnya, sekitar 6.000-10.000 pasukan Filipina telah diposisikan untuk mengepung wilayah penyanderaan.

Komunikasi dan koordinasi terkait pembebasan WNI ABK terus dilakukan oleh Ryamizard dan mantan Menteri Pertahanan Voltaire Gazmin, serta Menteri Pertahanan Filipina yang baru dilantik, Delfin Lorenzana.

Baca Juga:  Ryamizard Sebut Budaya adalah Wujud Bela Negara Sesungguhnya

“Saat saya koordinasi, Menhan yang lama dan baru itu nempel terus. Apapun yang kita bicarakan menhan yang baru pasti lapor ke Presiden Duterte, jadi nyambung,” ungkap Ryamizard.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi membenarkan telah terjadi lagi penyanderaan terhadap ABK WNI dari kapal berbendera Indonesia. Penyanderaan terjadi terhadap ABK tugboat Charles dan kapal tongkang Robby di laut Sulu Filipina Selatan, sejak Senin (20/6) lalu.

“Setelah berkomunikasi dengan sejumlah pihak di Indonesia dan Filipina, pada tanggal 23 Juni 2016 sore kami dapat konfirmasi bahwa telah terjadi penyanderaan terhadap ABK WNI kapal tugboat Charles 001 dan kapal Tongkang Robby 152,” kata Retno kepada wartawan, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (24/6).

Penyanderaan terjadi di laut Sulu dalam 2 tahap pada tanggal 20 Juni 2016, yaitu pertama sekitar pukul 11.30 (waktu setempat) dan sekitar 12.45 (waktu setempat), oleh dua kelompok bersenjata yang berbeda. Pada saat terjadi penyanderaan kapal membawa 13 orang ABK WNI, 7 orang disandera dan 6 lainnya dibebaskan.

Baca Juga:  Menlu; Lagi, 7 WNI Disandera Kelompok Bersenjata di Filipina Selatan

[CNN|Antara]

Pos terkait