Ini Lokasi Tujuh Goa Jepang di Manado

salah satu Goa Jepang di Singkil. Bagian dalam berwarna gelap adalah sumber mata air yang menurut warga sekitar tak pernah kering. (istimewa)
salah satu Goa Jepang di Singkil. Bagian dalam berwarna gelap adalah sumber mata air yang menurut warga sekitar tak pernah kering. (istimewa)

BERBICARA mengenai sejarah, selalu menarik untuk ditelusuri. Apalagi, bila dikaitkan dengan peninggalan kuno. Belum lagi, sejumlah kisah mistis atau fakta gambaran perjuangan masyarakat tempo dulu, yang berada di belakang peninggalan tersebut.

Seperti daerah lainnya, Kota Manado pun memiliki sejumlah peninggalan bersejarah yang tak bisa dipungkiri memiliki nilai penting. Budaya, pariwisata dan sejarah. Aset tersebut meliputi warisan budaya, hingga potret peninggalan kuno di zaman penjajahan Jepang beberapa abad silam. Yang menarik adalah, peninggalan-peninggalan tersebut masih dijaga hingga kini.

Khusus mengenai peninggalan kuno zaman penjajahan Jepang, dari penelusuran, sebanyak tujuh Goa Negeri Sakura ditemukan di Kota Manado. Data tersebut dirangkum dari Dinas Komunikasi dan Info (Diskominfo) Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, melalui wawancara langsung dengan Sekretaris Diskominfo Soleman Montori.

Montori mengungkapkan, 7 goa kuno peninggalan Jepang terletak di beberapa titik yang bisa ditemukan dengan mudah. Meski kini kompleks goa tersebut sudah dijejali pemukiman warga sekitar.

“Pertama, di bawah RS Gunung Wenang, yang sekarang Hotel Peninsula, Kelurahan Pinaesaan. Kedua, di Pekuburan Wenang, sekitar Jalan Garuda, yang sekarang sudah tertutup. Ketiga, di Tikala Kumaraka, Lingkungan 2. Keempat, di Singkil 1, Lingkungan 5. Kelima, di Mahakeret Timur, Lingkungan 4. Keenam, di Halaman Tikala Kumaraka. Ketujuh, di Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang dekat Kampus Unsrat,” paparnya.

Baca Juga:  Bupati VAP Gelar Pisah Sambut Dandim 1310/Btg-Minut

Montori mengaku, meski goa-goa tersebut telah berusia ratusan tahun, namun beberapa di antaranya belum tertutup.

“Masih bisa diakses. Tapi hanya beberapa meter saja ke dalam, dari mulut goa. Sekarang, mungkin sudah tertutup, demi alasan keamanan. Mengingat, goa-goa tersebut sudah berusia ratusan tahun,” katanya.

Di sisi lain, Anes (47) warga Tikala Kumaraka mengaku, akses masuk ke goa Jepang yang ada di lokasi tersebut telah ditutup. Karena tidak terawat dan menyimpan kisah mistis.

“Dulunya, goa tersebut bisa diakses. Sekarang tidak lagi. Menurut orang-orang sekitar, ada cerita mistis di goa tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, keberadaan Goa Jepang di Kota Manado, bila dirawat maksimal, bisa membantu peningkatan pendapatan daerah. Terutama di bidang pariwisata.

“Menurut saya, tidak perlu semua goa dirawat. Sebab sudah pasti akan menyedot banyak anggaran. Cukup satu saja yang dikelola. Goa tersebut dipilih, dengan melihat struktur tanah yang kuat. Nah, itu dikelola dan dipromosikan sebagai aset wisata bersejarah di Kota Manado,” kunci Montori. (Jed)

Baca Juga:  Dinas PMD Bolmong Gelar Pelatihan dan Penguatan Biogas

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
258 votes

This will close in 10 seconds