Pemkab Doakan Gelaran Pilhut 2016 Berjalan Sukses

Ibadah bersama Pemkab Minahasa untuk mendoakan suksesnya gelaran Pilhut 2016.
Ibadah bersama Pemkab Minahasa untuk mendoakan suksesnya gelaran Pilhut 2016.
Ibadah bersama Pemkab Minahasa untuk mendoakan suksesnya gelaran Pilhut 2016.

TONDANO, MANADONEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar ibadah bersama, pada Rabu (20/7), di aula Pusgiat Tondano, untuk mendoakan agar perhelatan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Minahasa yang jatuh pada tanggal 26 Juli 2016, dapat berjalan dengan baik dan tanpa hambatan.

Ibadah ini dihadiri langsung oleh Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow, bersama Ketua TP PKK Olga Sajow Singkoh, anggota DPRD Minahasa Komisi I, jajaran Pemkab, panitia Pilhut, dan terutama para calon Hukum Tua yang akan mengikuti Pilhut nanti.

Bacaan Lainnya

Ibadah ini dipimpin oleh Pdt. Liem Kok Han dengan Liturgos Pdt. Evert Tangel, dimana dalam khotbahnya yang diambil dari Yohanes 13:1, 12-14 menegaskan bahwa seorang pemimpin jangan berpikir Center Life, melainkan harus memikirkan orang lain sebagai tanggung jawab-nya kepada Tuhan.

“Kita semua perlu kuasa dan hikmat Tuhan untuk menuntun dan mengarahkan kepemimpinan kita karena menjadi pemimpin bukan hanya mendapat berkat, melainkan juga akan mendapat ujian yang besar,” ungkap Tangel.

Lanjut ditambahkannya bahwa bersama Tuhan maka seorang pemimpin akan sukses dan berhasil dalam menghadapi tantangan.

Sementara itu, Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam pilhut ini, tidak ada titipan atau kepentingan politik dan semuanya murni dari rakyat untuk memilih pemimpinnya.

“Silahkan berkompetisi secara sehat, menang atau kalah dalam kompetisi harus selalu disambut dengan sukacita karena kita orang yang percaya kepada Tuhan. Jangan melakukan hal diluar batas aturan yang ada agar tidak bersentuhan dengan hukum,” ungkap Bupati.

Lanjut ditambahkannya, jika terpilih maka itu berarti adalah pilihan Tuhan melalui rakyat. Lanjut dirinya mengajak untuk menjauhi rasa dengki, amarah, dan sakit hati, karena bagaimanapun juga semua adalah satu keluarga besar di Desa masing-masing.

“Mari tanamkan sifat rendah hati karena menang atau kalah adalah persoalan nomor dua, yang terpenting situasi kondusif dan kebersamaan di Desa tetap terjaga sehingga kita bisa membangun Desa dengan ketulusan dan kebersamaan,” tandas Bupati.

Fransiscus

Pos terkait