Akhiri Kekerasan Terhadap Anak, Gubernur: Anak Adalah Masa Depan Sekaligus Generasi Penerus Bangsa

  • Whatsapp
Gubernur dan Wagub bersama para kepala daerah saat deklarasi percepatan menuju Kabupaten/Kota layak anak. (Ist)
Gubernur dan Wagub bersama para kepala daerah saat deklarasi percepatan menuju Kabupaten/Kota layak anak. (Ist)
Gubernur dan Wagub bersama para kepala daerah saat deklarasi percepatan menuju Kabupaten/Kota layak anak. (Ist)

 

MANADO, MANADONEWS -Anak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan yang senantiasa harus dijaga karena dalam dirinya melekat harkat, martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi.

Bacaan Lainnya

“Sedangkan dari sisi kehidupan berbangsa dan bernegara sendiri, anak adalah masa depan sekaligus generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisiasi serta berhak atas perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi serta pemenuhan hak sipil dan kebebasan,” ungkap Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dalam acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Sulut, yang digelar Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Sulut di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Selasa (02/08).

Sementara Deputy Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian P3A Lenny Rosalin SE MSc, mengajak Gubernur Sulut agar Provinsi Sulut perlu menjadikan semua sekolah mulai dari SD hingga SMA menjadi sekolah ramah anak.

Baca Juga:  YLKI Sulut: Konsumen Jangan Mudah Tertipu Diskon Makanan Kadaluarsa

Daerah juga perlu membangun ruang kreativitas anak, sebagai sarana anak dalam mengisi waktu luangnya dengan kegiatan-kegiatan produktif, kreatif dan positif.

“Termasuk keikutsertaan anak dalam kegiatan budaya untuk menunjang terpeliharanya budaya lokal agar jangan sampai punah atau terlupakan oleh generasi muda,” ujar Lenny, sembari menyambut baik rencana Kabupaten/Kota di Sulut untuk berinisiasi menjadi Kabupaten/Kota layak anak.

Sedangkan Kepala BP3A Sulut Ir Erny B Tumundo MSi menyatakan, peringatan HAN jatuh pada 23 Juli 2016 dan setiap tahun diperingati di daerah.

Untuk peringatan HAN Tingkat Nasional berlangsung di Kota Mataram Provinsi NTB.

“Sedangkan Tema peringatan HAN adalah “Akhiri Kekerasan Terhadap Anak”, sebutnya.

Rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan sebutnya yakni, kampanye berlian bersama melindungi anak yang menghadirkan Band Symponi dari Jakarta, dimana kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Peninsula Manado yang menghadirkan 500 anak.

Juga nonton bareng Film 12 Menit penuh kemenangan di bioskop XXI  Mantos yang dihadiri 274 Siswa SD, SMP dan SMA serta Guru pendamping, kemudian di puncak peringatan HAN ini dilakukan pengukuhan Bunda ABK, Launching menuju Sulut layak anak, Launching Pergub dan deklarasi Bupati/Walikota se-Sulut untuk percepatan menuju Kabupaten/Kota layak anak.

Baca Juga:  Kata RD Restocking Sesuai Arahan Menteri Susi

“Acara ini diaransemen oleh Yayasan Autis Sulut dan Komisi Pelayanan Anak Sinode serta Panti Asuhan di Manado,” tambah Tumundo.

Pos terkait