JWS: Empat Pilar Bangsa Adalah Harga Mati Untuk Dipertahankan

  • Whatsapp
Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow, kala memberikan sambutan di Resepsi dan Toast Kenegaraan di Tondano.
Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow, kala memberikan sambutan di Resepsi dan Toast Kenegaraan di Tondano.
Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow, kala memberikan sambutan di Resepsi dan Toast Kenegaraan di Tondano.

TONDANO, MANADONEWS – Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS) mengatakan bahwa empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang Undang Dasar (UUD) 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, merupakan harga mati untuk dipertahankan oleh segenap warga.

Hal ini dikatakannya kala memberikan sambutan dalam acara Resepsi dan Toast Kenegaraan, pada Rabu (17/8), di Rumah Dinas Bupati di Sasaran Tondano.

Bacaan Lainnya

“Mari tanamkan idealisme kita karena empat pilar ini harus menjadi harga mati untuk dipertahankan, sebagai bentuk komitmen dan tekad kita dalam mempertahankan keutuhan dan persatuan bangsa,” ungkap Bupati.

Lanjut dikatakannya, sebagai bagian dari bangsa yang besar maka segenap warga harus juga memiliki komitmen dan semangat kebangsaan, untuk menghargai dan menghormati jasa para pahlawan yang tak pantang menyerah dengan setinggi-tingginya.

“Perjuangan kita saat ini bukan lagi untuk membebaskan diri dari penjajahan, melainkan lebih kepada mengatasi kemiskinan, penggangguran, dan keterbelakangan. Untuk itu, melalui program Pemerintah Provinsi Sulut ODSK maka Pemerintah Kabupaten Minahasa akan menopang dengan program strategisnya, yang akan diupayakan menyentuh masalah mendasar, sesuai dengan tema HUT RI saat ini, yakni kerja nyata,” tandas Bupati, seraya menambahkan bahwa program Pemkab kedepan adalah mewujudkan Minahasa yang sejahtera dan bermartabat.

Baca Juga:  Bupati JWS Resmi Buka Liga Sepak Bola Remaja Sinode GMIM 2016

Lanjut dikatakannya bahwa dalam momen Kemerdekaan ini, seluruh warga diingatkan untuk kembali belajar dari sejarah, dimana para Founding Father sudah memberikan contoh baik, yakni semangat persatuan dan pantang menyerah.

“Bercermin dari para pahlawan maka konteks pembangunan dengan menjunjung nilai persatuan masih sangat relevan. Oleh karena itu, semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus tetap dipegang teguh,” tukas Sajow.

Fransiscus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *