Apa Itu Gagal Jantung?

  • Whatsapp

marshel luntungan

Oleh : dr.Marshell Luntungan, SpJP FIHA

Bacaan Lainnya

Bagian/KSM Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, FK Unsrat / RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado

 

Apa Itu Gagal Jantung ?

Jantung merupakan salah satu organ vital di dalam tubuh kita yang berfungsi sebagai pompa utama yang bertanggung jawab dalam mensuplai darah ke semua bagian tubuh, sehingga apabila ada kerusakan akan berakibat tidak maksmimalnya suplai darah ke organ-organ vital, dimana bisa terjadi “kebanjiran cairan” terutama sekitar organ yang dekat dengan jantung yaitu paru-paru dan liver.

         Gagal jantung merupakan suatu keadaan dimana jantung tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal yaitu memompa darah ke seluruh tubuh dalam jumlah yang memadai untuk mencukupi kebutuhan metabolisme atau jantung dapat bekerja dengan baik apabila tekanan pengisian dinaikkan. Gagal jantung juga merupakan suatu keadaan akhir dari setiap penyakit jantung yang mendasarinya.

Penyebab Gagal Jantung

Penyebab dari gagal jantung sangat banyak, namun ada beberapa penyebab yang paling sering diantaranya penyakit jantung koroner, penyakit jantung akibat hipertensi, kerusakan dari katup “klep” jantung, penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan, penyakit jantung akibat kelainan genetik otot jantung ( kardiomiopati hipertrofi dan dilatasi) dan penyakit jantung dalam kehamilan. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui secara dini penyebab dari gagal jantung sehingga dapat di tangani secara cepat dan tepat.

Tipe-Tipe Gagal Jantung

Gagal jantung dapat di kelompokkan berdasarkan lokasi, fungsi dan volume darah yang dipompa.

  1. Lokasi

Secara anatomis jantung di bagi menjadi jantung kiri dan kanan dengan bilik dan serambi masing-masing. Jantung memiliki 3 pembuluh darah utama yaitu 2 cabang besar yang memperdarahi jantung kiri (diagonal dan sirkumflex) dan 1 cabang yang memperdarahi jantung kanan dan sebagian jantung kiri. Gagal jantung kiri dan gagal jantung kanan), dapat terjadi salah satu, maupun keduanya secara bersamaan . Gagal jantung kiri terjadi akibat iskemi atau infark pada dinding jantung yang timbul akibat adanya aterosklerosis pada pembuluh darah koroner yang memperdarahi jantung. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Gagal jantung kiri ini banyak terjadi karena ada 3 pembuluh darah koroner yang paling sering mengalami sumbatan, yaitu pembuluh darah sirkumfleks, cabang dari arteri diagonal kiri, dan cabang dari arteri diagonal kanan.Gagal jantung kiri dapat menyebabkan timbulnya gagal jantung di kedua bagian, jantung kiri dan jantung kanan. Gagal jantung kanan juga dapat disebabkan akibat penyakit paru yang kronis

  1. Fungsi
Baca Juga:  Momentum HUT Ke-61,Pangdam XIII/Merdeka Bangga Pemilu Serentak 2019 Aman dan Sukses

Gangguan fungsi sistolik (kontraksi) dan fungsi diastolik (relaksasi atau pengisian). Gangguan fungsi sistolik dapat terjadi karena infark pada miokard, dan kardiomiopati, karena kelainan ini jantung tidak dapat memompa secara maksimal darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Gangguan fungsi diastolik paling sering ditemukan pada gagal jantung hipertensia

  1. Volume darah yang dipompa

Gagal jantung low output, timbul karena darah yang dipompa keluar dari jantung (cardiac output) tidak memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, contoh kelainannya yaitu infark miokard, mitral regurgitasi, aortik stenosis. contoh kelainan yang timbul pada gagal jantung high output yaitu keadaan anemia, walaupun volume darah yang dipompa jantung ada dalam jumlah yang memadai, namun karena tingginya kebutuhan metabolisme, zat yang dibawa oleh darah masih tidak mencukupi.

gagal jantung

Apa Saja Gejala dan Tanda dari Gagal Jantung?

Pasien dengan gagal jantung biasanya datang ke dokter dengan keluhan utama sesak, terbangun pada malam hari karena sesak, sesak pada waktu beraktivitas, batuk, kelelahan, berdebar-debar, bengkak di kaki, perut membesar dan perut bagian kanan atas terasa tidak nyaman. Sesak pada pasien gagal jantung disebabkan karena adanya penumpukan cairan berlebihan di paru-paru yang berasal dari jantung, apabila jumlah cairan sudah cukup banyak biasanya pasien mengeluh jika tidur harus dengan 2 bantal atau lebih ataupun dalam posisi duduk sesaknya akan lebih berkurang dan biasanya disertai dengan refleks batuk. Selain terjadi perembesan cairan ke paru-paru kemudian terjadi penumpukan cairan di pembuluh-pembuluh darah vena yang bermuara di hati/liver dimana terjadi gangguan dan pembengkakan liver sehingga pasien mengeluh tidak nyaman di perut bagian kanan atas dan sering disertai dengan mual. Apabila keadaan ini berlangsung lama,maka akan terjadi penumpukan cairan di bagian terendah dari tubuh yaitu di daerah kaki dan perut.

         Gagal jantung dapat didiagnosis berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik (temuan gejala dan tanda) dari pasien. Namun untuk lebih memastikan lagi dapat di lakukan pemeriksaan-pemeriksaan penunjang tambahan, seperti rekaman jantung (elektrokardiografi-ekg), rontgen, echocardiography, ct-scan jantung, kateterisasi dan pemeriksaan kimia darah (fungsi liver, fungsi ginjal, gula darah, kolesterol, enzim penanda gagal jantung NT-proBNP). Temuan pada ekg dan  teknik pencitraan (rontgen, echocardiography,ct-scan jantung) memperlihatkan adanya pembengkakan dan/atau penebalan dari dinding otot jantung, bagaimana fungsi pompa jantung, pergerakan dinding otot jantung dan fungsi katup-katup jantung.

Baca Juga:  Astaga..!!! Oknum Panwaslap Diduga Gunakan SKKB Aspal Saat Ikut Seleksi

Tingkat keparahan gagal jantung seseorang diklasifikasikan berdasarkan kelasnya oleh NYHA (New York Heart Association), sebagai berikut yaitu :

  1. Kelas 1: Tidak ada keterbatasan dari aktivitas fisik, aktivitas biasa tidak menimbulkan gejala.
  2. Kelas 2: ada sedikit keterbatasan dari aktivitas fisik, lebih nyaman saat istirahat, aktivitas fisik sehari-hari dan menaiki tangga agak banyak menyebabkan lelah, berdebar-debar, dan sesak.
  3. Kelas 3: adanya keterbatasan dari aktivitas fisik secara signifikan, lebih nyaman saat beristirahat, aktivitas fisik yang ringan dapat menyebabkan lelah, berdebar, dan sesak.
  4. Kelas 4: Tidak bisa melakukan aktivitas fisik dengan nyaman, timbul gejala gangguan jantung pada saat istirahat, bila beraktivitas, keluhan akan semakin berat.

Biasanya pasien yang datang berobat dengan NYHA kelas 3 & 4 perlu di rawat inapkan di rumah sakit.

Bagaimana Pengelolaan Gagal Jantung ?

Penatalaksanaan pada pasien gagal jantung terbagi atas 2 yaitu secara farmakologi (obat-obatan dan alat bantu) dan non-farmakologi

Farmakologi

Terapi medikamentosa secara umum terdiri dari 5 bagian :

  1. Diuretik

Pemberian diuretik bertujuan untuk meringankan beban jantung, dan mengurangi timbulnya bengkak, contohnya : furosemide dan spironolakton.

  1. Beta Blocker

Jantung dan pembuluh darah memiliki reseptor beta yang berespon terhadap hormon, penghambatan reseptor B ini bertujuan untuk mengurangi beban jantung, dan dilatasi pembuluh darah, contohnya : bisoprolol, carvedilol

  1. Penghambat ACE dan ARB

Penghambat ACE dan ARB di berikan dengan tujuan untuk memperbaiki fungsi jantung dan kualitas hidup, serta mengurangi angka perawatan rumah sakit karena perburukan gagal jantung, contohnya : Ramipril, Captopril, Candesartan, Valsartan, Telmisartan

  1. Hydralazine dan Isosorbide dinitrate (H-ISDN)

Apabila pasien tidak bisa mentoleransi pemberian atau gejala masih menetap dengan pemberian ke 4 golongan obat diatas, H-ISDN dapat dijadikan obat tambahan.

  1. Agen inotropik

Agen inotropik berfungsi untuk menstimulasi kontraksi jantung, contoh agen inotropik sintesis yaitu digoxin.

Alat bantu

Seiring dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam beberapa dekade terakhir telah diciptakan berbagai macam alat bantu pompa jantung, seperti : Left Ventricular Assists Device, Parachute, Cardiac Resynchronization Theraphy-Device dan bahkan teknologi stem cell ( sel punca).Alat-alat bantu ini dapat dipertimbangkan apabila pasien gagal jantung walaupun sudah dengan pengobatan maksimal namun tidak ada perbaikan atau keluhan bertambah berat.  Jika penyebab dasar dari gagal jantung adalah akibat penyakit katup, maka harus dilakukan prosedur untuk memperbaiki bahkan mengganti katup yang rusak tersebut. Namun pada beberapa kasus gagal jantung apabila tidak ada perbaikan dengan medikamentosa dan pemakaian alat bantu dimana angka harapan hidup pasien masih cukup baik maka perlu di pertimbangkan untuk di lakukan transplantasi jantung.

Baca Juga:  Pontoh Saksikan Penandatanganan Pakta Integritas

gagal jantung 1

Non-Farmakologi

 

Manajemen Perawatan Mandiri

Manajemen perawatan mandiri mempunyai peran dalam keberhasilan pengobatan gagal jantung dan dapat memberi dampak bermakna perbaikan gejala gagal jantung, kapasitas fungsional, kualitas hidup, morbiditas dan prognosis. Manajemen perawatan mandiri dapat didefnisikan sebagai tindakan-tindakan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas fisik, menghindari perilaku yang dapat memperburuk kondisi dan mendeteksi gejala awal perburukan gagal jantung.

Ketaatan pasien berobat

Ketaatan pasien berobat menurunkan morbiditas, mortalitas dan kualitas hidup pasien. Berdasarkan literatur, hanya 20 – 60% pasien yang taat pada terapi farmakologi maupun non-farmakologi

Pemantauan berat badan mandiri

Pasien harus memantau berat badan rutin setap hari, jika terdapat kenaikan berat badan > 2 kg dalam 3 hari, pasien harus menaikan dosis diuretik atas pertimbangan dokter .

Asupan cairan

Pembatasan cairan 1,5 – 2 Liter/hari dipertimbangkan terutama pada pasien dengan gejala berat yang disertai hiponatremia. Pembatasan cairan rutin pada semua pasien dengan gejala ringan sampai sedang tidak memberikan keuntungan klinis.

Pengurangan berat badan

Pengurangan berat badan pasien obesitas (IMT > 30 kg/m2) dengan gagal jantung dipertimbangkan untuk mencegah perburukan gagal jantung, mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

Kehilangan berat badan tanpa rencana

Malnutrisi klinis atau subklinis umum dijumpai pada gagal jantung berat.Kaheksia jantung (cardiac cachexia) merupakan prediktor penurunan angka kelangsungan hidup.Jika selama 6 bulan terakhir berat badan > 6 % dari berat badan stabil sebelumnya tanpa disertai retensi cairan, pasien didefinisikan sebagai kaheksia. Status nutrisi pasien harus dihitung dengan hati-hati.

Latihan fisik

Latihan fisik direkomendasikan kepada semua pasien gagal jantung kronik stabil. Program latihan fisik memberikan efek yang sama baik dikerjakan di rumah sakit atau di rumah.

Aktvitas seksual

Penghambat 5-phosphodiesterase (contoh: sildenafil) mengurangi tekanan pulmonal tetapi tidak direkomendasikan pada gagal jantung lanjut dan tidak boleh dikombinasikan dengan preparat nitrat.

 

Pos terkait