Selewengkan Dana Gereja, Oknum Mantan Bendahara Dispenda Manado Dipolisikan

  • Whatsapp
ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
ilustrasi/ist

MANADO, MANADONEWS – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran pemerintah Kota Manado yang diketahui pernah menjabat sebagai bendahara di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Manado, dilaporkan ke pihak berwajib karena telah menyelewengkan dana gereja.

Oknum PNS berinisial (SP) alias Susanti, dilaporkan oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Petra Mahakeret, Pdt. Maurits ML Rumengan, yang turut bersama Sekretaris Jemaat Pnt. Dayke Rarobong dan Bendahara Jemaat Sym. Meity Kolinug, Senin (22/8), di Polresta Manado.

Bacaan Lainnya

Menurut Rumengan, penyelewengan dana gereja tersebut, dilakukan pelaku saat menjadi bendahara Panitia Hari Raya Gerejawi Tahun 2015 lalu, di mana hasil pengumpulan dana yang dihimpun dari jemaat dan masyarakat oleh pihak panitia, sampai saat ini tidak dipertanggungjawabkan oleh pelaku.

“Ada sekitar 21 juta dana yang berhasil dihimpun panitia, namun pelaku tidak pernah mempertanggungjawabkannya kepada BPMJ,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ranperda Fakir Miskin Disahkan, Olly: Tanggung Jawab Semua Komponen

Masih menurutnya, berbagai pendekatan telah dilakukan oleh BPMJ terhadap pelaku, bahkan di bulan Juni lalu, pelaku telah menyepakati untuk menyelesaikan persoalan tersebut, namun hal itu tak kunjung dilakukan oleh pelaku.

“Berbagai pendekatan telah kami lakukan, baik mediasi dan proses penyelesaian yang terbaik menurut pelaku, bahkan dijanjikan akan segera diselesaikannya, namun hal itu tak pernah direalisasikan. Bahkan yang membuat miris, pelaku malah menyatakan diri keluar dari anggota jemaat GMIM Petra Mahakeret, tanpa menyelesaikan persoalan dana jemaat tersebut,” sesalnya.

Ditambahkan oleh Dayke Rarobong, apa yang diperbuat oleh pelaku telah membuat warga jemaat kecewa dan merasa dirugikan.

“Dana yang berhasil dihimpun oleh Panitia tersebut, dimana pelaku selaku Bendahara Panitia, adalah hasil sumbangan jemaat dan masyarakat, yang seharusnya di setor ke pihak gereja, dimana lewat dana tersebut akan membantu proses pembangunan gedung gereja yang sementara dilaksanakan. Itu juga merupakan salah satu tujuan dibentuknya panitia tersebut, yakni menopang pembangunan gereja, tapi kenyataannya pelaku malah tidak pernah mempertanggungjawabkannya,” ungkap Sekretaris Jemaat tersebut.

Baca Juga:  Lawan Madura FC, Herkis Siap Mainkan 4 Amunisi Baru

Bukan hanya pertanggungjawaban keuangan saja yang membuat pihak gereja melaporkan ulah oknum PNS tersebut, namun perilakunya yang membuat resah masyarakat sekitar.

“Kami juga menyesali perbuatan pelaku, yang menyatakan keluar dari keanggotaan jemaat, kemudian membuat rumah pribadinya menjadi salah satu gereja tanpa memiliki ijin yang jelas dari pemerintah setempat dan lebih parahnya lagi, melakukan pembusukan karakter terhadap jemaat dan pelayan khusus kami. Dan perbuatan pelaku membuat resah jemaat, padahal pelaku sebelumnya juga merupakan anggota jemaat bahkan pernah menjadi pelayan khusus di jemaat Petra Mahakeret,” ungkap Dayke ketika berada di Polresta Manado.

Polresta Manado, melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporannya sudah diterima dan akan diproses secepat mungkin,” ungkapnya. (AP)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *