DPRD Siap Fasilitasi Pertemuan Petani Cengkeh dan Pemerintah

Pimpinan DPRD Sulut bersama dengan APCI Sulut, Himpunan Petani Cengkeh Sulut, dan Masyarakat Peduli Cengkeh.
Pimpinan DPRD Sulut bersama dengan APCI Sulut, Himpunan Petani Cengkeh Sulut, dan Masyarakat Peduli Cengkeh.

MANADO, MANADONEWS -Ketua DPRD Provinsi Sulut, Andrei Angouw, siap memfasilitasi pertemuan antara perwakilan petani cengkeh dan pemerintah.

Hal ini dikatakannya kala menerima aspirasi dari para petani cengkeh yang disampaikan melalui perwakilan mereka yang tergabung dalam Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (ACPI) Sulut, Himpunan Petani Cengkeh Sulut, dan Masyarakat Peduli Cengkeh, belum lama ini.

“Silahkan buat surat resmi dan nantinya kita siap memfasilitasi pertemuan dengan Komisi II dan akan menghadirkan pihak eksekutif, terutama dinas yang terkait dengan aspirasi yang disampaikan,” ungkap Angouw.

Lanjut dikatakannya, pertemuan tersebut direncanakan akan dilakukan secepatnya pada pekan depan.

“Kami pastinya akan berusaha membantu untuk mencari solusi yang terbaik dari permasalahan yang dihadapi para petani, terutama terkait harga cengkeh,” ujar Angouw.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut mengatakan bahwa dirinya menyadari betul kesulitan dari para petani, terkait kebijakan import cengkeh, yang menjadi biang keladi turunnya harga cengkeh sehingga sangat merugikan petani, terutama disaat ekonomi petani lagi loyo.

Baca Juga:  Bicara Pergeseran Anggaran, Victor Mailangkay Usul Distribusi Bantuan Dilakukan Tentara atau Polisi

“Alangkah baiknya jika aspirasi ini disampaikan dan dibahas dengan Komisi II bersama instansi terkait, yakni Dinas Perdagangan,” ungkap Lumentut.

Di lain pihak, Ketua APCI Sulut, Tony Mukuan, mengapresiasi upaya dari DPRD Sulut dan berharap agar pertemuan nanti mampu memberikan solusi yang baik.

“Kami berharap ada tindakan nyata dari pemerintah terkait aspirasi yang kami sampaikan ini,” ungkap Mukuan.

Diketahui, turunnya harga cengkeh dan kebijakan import cengkeh menjadi penyebab dan mendorong para petani untuk mengeluhkan kesulitan yang dialaminya ke DPRD. Mereka bahkan tak segan untuk melakukan demo besar-besaran ke Pemerintah Provinsi jika aspirasi tak dikabulkan.

Fransiscus