Tempat Spa Ditutup Turis China Mengeluh

hendrik-warokka
Hendrik Warokka

MANADO, MANADONEWS- Gara gara tak memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), sekitar ratusan tempat Spa berbagai merek yang ada di Kota Manado ditutup.

Data yang diperoleh, beberapa Spa ternama seperti, Pelangi, Boungenvile, Flower serta Rizky ditutup secara paksa oleh Dinas Pariwisata.

“Penutupan ini kami lakukan karena mereka tidak miliki TDUP,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Hendrik  Warokka.

Menurutnya, ijin ini harus dibuat agar legalitas tempat Spa bisa diakui oleh Pemerintah dan masyarakat.

“Mereka yang tak miliki TDUP masuk kategori menjalankan usaha secara ilegal,”tukasnya.

Lebih jauh kata Warokka, TDUP ini harus dimiliki oleh setiap pelaku pariwisata di kota Manado dan lamanya ijin ini berlaku selama setahun dan wajib didaftarkan kembali.

“Pokoknya yang tak miliki TDUP sudah pasti kami tutup secara paksa,” pungkasnya

Sementara itu sejumlah turis asal RRC mengeluh dan mengerutu dengan kondisi yang terjadi di daerah ini

“Kami datang jauh-jauh dari China untuk refreshing di tempat pijat tapi sekarang sebagian sudah tutup,” keluh Mr Lim yang ditemui di Shiatshu Tikala.

Baca Juga:  Di Manado, Bisnis Rumah Kost dan Spa Bersaing Ketat

Wisatawan asal negeri Tirai Bambu juga mengeluhkan pelayanan hotel.

“Orang orang hotel tidak ramah dan selalu minta uang lebih. Padahal kami ini adalah pemasok investasi di Manado,” ungkap Mr Teddy asal Malaysia.

Sementara itu data yang diperoleh sedikitnya sudah 26 ribu turis asing yang  menjamur di Provinsi Sulut dan Manado jadi sasaran mereka.

(Onal Gampu)