BPBD Sarang Penyamun Dana Bencana di Ditilep Oknum Fasilitator

  • Whatsapp

fb_img_1474897735924MANADO,MANADONEWS- Aksi pemotongan dana bencana tahun 2014 satu persatu mulai terkuak kepermukaan.

Buktinya, sejumlah warga yang ada di kelurahan tanjung.batu kecamatan wanea, mengeluh berat.

Pasalnya, dana bantuan bencana yang dialokasikan bagi dua keluarga di kelurahan tersebut, kuat dugaan ditilep oleh sejumlah fasilitator pendamping masyarakat W dan E sebesar Rp 3 juta/kepala keluarga.

Ironinya,akibat pemotongan itu warga pun marah bahkan meminta agar pihak BPBD menindak tegas oknum yang melakukan pemotongan tersebut.

“Torang terima 20 juta, kong dorang potong 3 juta. Apakah ini memenuhi ketentuan yang berlaku sesuai petunjuk Walikota,” ucap dua keluarga yang mengalami pemotongan bantuan.

Menurut mereka,pemotongan itu dirasakan berat sebab uang berjumlah 20 juta itu tidaklah cukup untuk merehab rumah kami pasca banjir bandang lalu.

“Terus terang torang rasa berat dengan adanya pemotongan tersebut,”koar mereka.

Lurah Tanjung Batu Julia Sanger,saat dimintai keterangan membenarkan adanya laporan masyarakat telah terjadi pemotongan dana bantuan bencana yang dilakukan oleh fasilitator.

“Memang benar adanya laporan pemotongan bantuan bencana tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hanya Miliki 4 Ruangan Belajar, KBM Di SD Negeri Wawontulap Tidak Maksimal

Sementara itu Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Maximilian Tatahede Ssos, melalui PPK Fentje Salindeho, mengatakan, fasilitator itu bertanggung jawab kepada Kelompok Masyarakat ( Pokmas) yang nota bene merekalah yang bertanggung jawab penuh pada proses pencairan dana bencana.

“Saya sudah berulang kali mewanti wanti agar proses pencairan dana dilakukan lewat rekening masyarakat penerima jangan diberikan secara langsung,”ucapnya

Selain itu kata Fentje yang bakal menjabat sebagai Kepala BPBD Manado pada rolling nanti, laporan ini akan kami tampung bahkan semua fasilitator yang berkutat dengan proses pencairan bantuan itu akan kami panggil untuk diklarifikasi. Dan kalau memang terbukti maka mereka akan kami diberhentikan sambil berkoordinasi dengan Pokmas yang bersangkutan.

“Kita so dapat informasi ini dilapangan dan baru ngoni wartawan yang melaporkan kejadian ini. Dan kita akan telusuri bahkan memanggil mereka kesini,” janji Salindeho.

Tak pelak, aksi inipun sangat berpengaruh pada kunjungan Presiden Joko Widodo pada tanggal 15 oktober untuk meresmikan pembangunan seribu rumah pasca bencana banjir yang terletak di Kelurahan Pandu.

Baca Juga:  Pemkot tomohon terima kunjungan kerja DPRD Ternate.

Walikota Manado GS Vicky Lumentut Dea,MSI melalui Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE,SH STH mengecam keras aksi penilepan dana bencana tahun 2014 .

“Kalau terbukti maka kami akan memberikan sanksi bagi pelaku pemotongan bantuan bencana tersebut,” pungkas Mor

Sekedar diketahui di Tanjung batu satu ada 17 kk penerima dengan bantuan anggaran sebesar Rp 420 juta sedangkan di Tanjung batu dua ada 15 kk dengan kucuran dana Rp 320 juta.

 

(Onal Gampu)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *