
TOMOHON, MANADONEWS – Pemadaman listrik yang kerap terjadi secara tiba – tiba sehingga berdampak pada terganggunya aktifitas masyarakat, khususnya yang bergerak di bidang ekonomi dan bisnis usaha produksi, membuat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulut angkat bicara.
“Saya mengharapkan jadwal pemadaman yang dilakukan PLN di Sulawesi Utara (Sulut), harus ada pemberitahuan dan disosialisasikan lewat media. Sebab kegiatan usaha masyarakat yang bergantung pada penggunaan listrik harus selalu terganggu dengan pemadaman tanpa pemberitahuan. Ini jelas sangat merugikan masyarakat sebagai konsumen,” papar Ketua Harian YLKI Sulut Torry Kojongian, Sabtu (14/10) di Kota Tomohon.
Bahkan lanjutnya, pemadaman tersebut membuat kegiatan Usaha Kecil Menengah (UKM), sektor industri, aktifitas di kantor pemerintahan dan swasta turut terganggu.
“Kita tau bersama alasan PLN melakukan pemadaman bergilir dengan alasan klasik perbaikan sistem atau pengalihan suplai ke PLTU dan sebagainya, tanpa memberi informasi kapan selesainya. Kalau memang pemadaman itu hanya berlangsung dua minggu itu harus diterapkan, jangan membuat jadwal hingga lewat dua minggu. Masyarakat saja melalui listrik pintar sudah membayar terlebih dahulu ke PLN. Untuk itu jangan seenaknya melakukan pemadaman bergilir tanpa memikirkan kepentingan masyarakat,” tandas Kojongian.












