Warga NTT Gelar Natal, Perkuat Tali Sirahturahmi

  • Whatsapp

MANADO,MANADONEWS- Momentum peringatan Pesta Natal yang diwujudkan umat Kristiani, juga dirayakan masyarakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggal di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Bertempat di aula Novisiat Tarekat CMM, Kaaten Tomohon, ratusan warga NTT yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar NTT Provinsi Sulut baik para Pastor, Frater, Suster, Bruder, para orang tua, pemuda dan pemudi serta mahasiswa hadir dalam perayaan Natal bersama.

Perayaan ini diawali dengan Misa yang dipimpin Pastor Geraldus Knaof-mone OCD dan dimeriahkan oleh Koor dari para Frater CMM Tomohon. Apalagi pemajangan kain-kain tradisional asal NTT membuat perayaan ini begitu terasa kekhasannya.

Dalam khotbahnya, Pastor Gerald mengatakan, setiap orang menyambut kelahiran Yesus Kristus dengan berbagai cara. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyambut Natal dalam hati dan hidup kita dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Tidak ada gunanya kegiatan seremonial Natal setiap tahun jika Yesus tidak lahir dalam hati dan hidup kita,” tegasnya.

Lebih jauh, Pater Gerald berbicara tentang makna Natal bagai warga yang ada di perantauan.

Baca Juga:  Olly Motivasi Jemaat GMIM Bukit Zaitun Kalawat

“Perayaan Natal bagi kita warga perantauan adalah momentum untuk mempererat kebersamaan dan persuadaraan. Sebagaimana Yesus hadir agar semua orang bersatu. Makna Natal ini harusnya juga kita maknai bahwa sebagai warga perantauan yang datang dari pelbagai daerah di NTT, tidak bisa tidak kita harus membangun kebersamaan dan persaudaraan diantara kita,” tandasnya

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Besar NTT Provinsi Sulut Simon Sili Gesimaking, SSos dalam sambutannya mengatakan, sebagai anak rantau warga NTT harus mampu memberikan sumbangsi untuk ikut membangun Provinsi Sulut, sebagai wujud dari perayaan kelahiran Yesus Kristus.

“Kita telah diterima dengan baik oleh pemerintah dan masyarakat Sulut. Kita diberikan kemudahan untuk tinggal menetap dan bekerja di daerah ini. Karena itu adalah sebuah kewajiban kita untuk ikut membangun daerah tercinta ini. Inilah perwujudan dari perayaan Natal sesungguhnya yang kita rayakan setiap tahunnya,” ujar Simon.

Untuk ikut membangun Sulut, pria yang berprofesi sebagai jurnalis ini mengingatkan warga NTT di Sulut untuk tidak perlu harus melakukan hal-hal yang besar.

Baca Juga:  Dondokambey: Ini Adalah Fakta!

“Cukup dengan hidup secara baik, ikut menjaga keamanan daerah, aktif dalam kegiatan pemerintah dan gereja dalam setiap tingkatan, saling menghormati satu dengan yang lain. Karena jangan sekali-kali kita mengatakan diri kita adalah warga NTT di Sulut tetapi katakan bahwa kita adalah warga Sulut yang berasal NTT,” tukasnya.

Sementara Bastian Sabon Aman, warga NTT yang tinggal di Kabupaten  Minahasa Selatan dalam sambutannya mewakili seluruh warga NTT berharap lewat momentum Natal ini seluruh warga NTT yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar NTT Sulut senantiasa hidup dalam suasana rukun dan damai penuh persaudaraan baik antar sesama warga NTT maupun dengan masyarakat Sulut.

“Dan kami berharap pengurus Ikatan Keluarga Besar NTT Provinsi Sulut ke depan terus melahirkan pelbagai program kerja yang baik dan terus memberikan pelayanan kepada warga NTT yang ada di Sulut,” pintanya.

Di sela-sela kegiatan rekreasi, Ketua Penasihat Ikatan Keluarga Besar NTT Provinsi Sulut Pastor Anianus Markus Adam OCD menggelar rapat bersama seluruh pengurus untuk membahas pelbagai hal terkait organisasi.

Baca Juga:  Panglima TNI : TNI Tidak Memberikan Ruang dan Tempat Bagi Pelaku Rasis

“Saya ingin ke depan organisasi ini akan semakin maju dan semakin banyak warga NTT yang ikut dalam organisasi ini,” harap Pastor Adam.

 

 

(ONAL GAMPU)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *