
TAHUNA, MANADONEWS – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) tentu harus ditunjang dengan sejumlah faktor. Di antaranya, pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja. Hal tersebut diutarakan Calon Bupati (cabub) Hironimus Rompas Makagansa (HRM) menangapi pertanyaan seorang panelis dalam debat publik, di Kantor DPRD Sangihe, (14/1). Dijelaskan HRM, menyangkut dengan pendidikan, sarana-pra sarana pengajar harus dimantapkan. “Saat ini, ada guru yang berprestasi baik, tapi mengajar di sekolah-sekolah tertentu. Sementara di sekolah lain tidak memiliki guru berkualitas seperti itu. Maka konsepnya, guru-guru harus mobile, agar semua sekolah yang ada di Kabupaten Sangihe mendapatkan sentuhan dari guru-guru berkualitas,” beber Mantan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Pemprov Sulut ini.
Selanjutnya, di bidang kesehatan juga harus diperhatikan. Karenanya, posyandu, puskemas dan pelayanan-pelayanan kesehatan lainnya menjadi prioritas. “Tenaga medis, tenaga ahli, fasilitas farmasi, sehingga masyarakat dapat merasakan semua yang dibutuhan,” kata dia.
Pasangan HRM, dr Andi Silangen menambahkan, pihaknya bakal memaksimalkan kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Sangihe. “Perguruan tinggi akan kita dorong untuk menciptakan jurusan-jurusan yang berhubungan dengan bahari, karena di sana-lah sumber SDA,” jelas Silangen.
Dia menambahkan, ada tiga karakter yang harus diperhatikan dalam mensejahterakan masyarakat. Intelektual, emosional dan spiritual. “Jika seseorang memiliki intelektual yang baik tapi emosional yang tidak baik maka akan berbenturan dan mempengarihi keatifan lokal. Jika seseorang memiliki spiritual yang baik maka dalam setiap kesempatan tidak akan menabur fitnah. Marilah kita menghadapi program yang betul-betul mengadu konsep. Kita ciptakan petensi SDM lokal yang berdaya global, orang Sangihe yang berpikiran global untuk kemajuan Sangihe serta menunjukan Sangihe punyai potensi yang luar biasa. Saya yakin, Sangihe akan semakin luar biasa, karena kita orang lokal yang berpikiran global,” ungkapnya.
Diketahui, memasuki akhir segmen kedua, ada satu pertanyaan yang diberikan kepada kedua pasangan calon. Pertanyaan berisikan narasi sepanjang tiga paragraf tersebur lebih mengarah pada sikap calon pemimpin menanggapi ancaman pertumbuhan penduduk dan SDM. Masyarakat pun dituntut harus cerdas menilai siapa sosok yang memiliki intelektual dan kualitas memimpin Sangihe. Berikut pertanyaan selengkapnnya.
1. Posisi Sangihe ada di bibir pasifik.
2. Kekayaan yang ada di kandung bumi Sangihe sangat memberi harapan untuk kesejahteraan masyarakat.
3.Dukungan pemerintah pusat dan provinsi sangat besar untuk pengembangan wilayah perbatasan.
4.Kearifan lokal yang masih terpelihara dalam hidup secara alami menjadikan salah satu cara yang efektif untuk menyeleaaikan konflik sosial.
Ancaman;
1.Komplek permasalahan mulai dari besarnya angka pertumbuhan penduduk, krisis keuangan nasional dan global, bencana alam, kondisi ekstrim akibat pemanasan global, maka dibutuhkan langkah-langkah yang sifatnya strategis.
2.Ancamannya, pemanfaatan SDM belum dioptimalkan.
3.SDM belum mampu bersain secara global.
4.Regulasi yang mengatur tentang persyaratan semakin menyulitkan karena rata-rata putra-putri sebagian besar hanya selesai pada pendidikan menengah atas, sedangkan tingkat perguruan tinggi sangat terbatas.
Guna menanggapinya membutuhkan sumber yang berwawasan global. Sehingga konsentrasinya bagaimana membentuk masyarakat sipil yang kuat dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan menghadirkan suasan politik yang handal. “Pertanyaan, konsep dan program strategis SDM seperti apa yang disiapkan dan bagaimana cara merealisasikan ancaman tersebut?,” tanya seorang moderator, membacakan pertanyaan yang ditulis panelis.
Jawaban mengelitik datang dari rival MaSi, Jabes Ezar Gaghana-Helmud Hontong (JEG-HH). Keduanya memaparkan hasil turun lapangan dengan meresmikan posko. Tidak jelas konsep-konsep apa yang siap merealisasikan seluruh kebutuhan tersebut. Namun, baginya, masyarakat sangat membutuhkan pemimpin berintegritas dan patuh terhadap hal-hal yang terkandung dalam pengembangan SDM di wilayah Sangihe. “Megahago untuk hal ini tetap dalam semua koridor dan prinsip-prinsip. Yang akan kami lakukan dan sangat sederhana untuk dibuktikan kepada masyarakat Sangihe. Kesesuaian mulut dan pikiran. Dalam membangun apapun, integritas seorang pemimpin dipertaruhkan,” tukasnya. (YOUNGKY)












