Yang Tersisa dari Kunjungan MaSi di Tatoareng; Perjalanan 8 Jam PP, Hingga Menari Ampat Wayer Sampai Pagi

  • Whatsapp

Catatan; YOUNGKY TANGAPO – Manadonews/Sangihe

Mewujudkan kabupaten bahari yang sejahtera menjadi tekad Hironimus Rompas Makagansa (HRM). Ber-slogan lanjutkan, bupati Sangihe periode 2011-2016 mengandeng dr Fransiskus Andy Silangen untuk kembali bertarung di Pilkada 15 Februari mendatang. Dari sisi perikanan pun mereka memiliki satu visi-misi mengangkat sektor kelautan di Sangihe. Hal ini yang mendorong kedua paslon yang diusung PDIP ini bersama tim sukses dan relawan mengunjungi Kecamatan Tatoareng, guna meninjau industri perikanan di pulau tersebut.

Bacaan Lainnya

AKSES ke Kampung Kahakitang dan Para, Kecamatan Tatoareng cukup memacu adrenalin. Perjalananya tak bisa ditempuh lewat jalur darat. Maklum, kedua kampung ini merupakan dua pulau kecil dari ratusan pulau di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Posisinya berada di paling selatan pulau Sangihe besar. Berbatasan langung dengan Kabupaten Kepulauan Sitaro. Dari pusat kota Tahuna (teluk Tahuna) membutuhkan waktu 3-4 jam untuk kapal biasa. Total, waktu pulang pergi (PP) mencapai delapan jam. Sedangkan kapal cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam.

Paslon MaSi bersama tim pemenang berangkat sekitar pukul 08.30. Perjalananya menggunakan kapal kayu. Awal keberangkatan, para penumpang kapal sangat menikmati perjalan. Sambil menghirup udara pagi nan sejuk, kami mencicipi snack berserta minuman hangat yang disuguhkan awak kapal. Arus ombak nampak teduh. Secara bertahap, kapten kapal mulai memacu mesin agar berjalan lebih cepat. Dari arah kapal, perlahan tapi pasti mulai melewati Kecamatan Manganitu, Tamako dan Manganitu Selatan (Mangsel). Meski begitu, tempat dan lokasi tujuan masih terlihat seperti bayangan. “Masih ada tiga jam leh,” kata om Ari Abas.

Baca Juga:  Buruh Curiga, Pemprov Sulut jadi Sasaran

Pasca melewati pulau Sangihe besar muncul sensasi baru. Tak ada lagi pulau di sebelah kiri maupun kanan. Yang ada hanya lautan lepas dan ombak dengan tinggi hampir mencapai dua meter. “Ini so tedoh skali (Ini sudah sangat teduh). Biasa dia lebe tinggi kong sampe lima meter (biasanya kalau sudah di sini ombaknya lebih besar hingga lima meter),” kata Om Ari lagi, membaca raut wajah kami yang mulai ketakutan.

Sang kapten kapal pantang mundur. Butuh pengalaman dan skill untuk melewati terjangan ombak. Tak hanya skill dan pengalaman, juga membutuhkan konsentrasi dan fokus. Sembari fokus, kapal terus dirapatkan ke tempat tujuan. Usai melewati medan sensasi, dermaga Pelabuan Kahakitang yang awalnya kelihatan kecil, perlahan membesar.

Kahakitang semakin mendekat. Tampak dari jauh, puluhan speed boat kecil mondar-mandir. Speed boat berisikan 6-7 orang penumpang dalam satu unit mengenakan panji-panji berlambang banteng moncong putih. Ternyata, mondar-mandir itu hanya sebagian dari atraksi yang ditunjukan untuk menjemput kedatangan paslon yang bakal mereka pilih di 15 Febuari nanti.

Baca Juga:  Rio Dondokambey: Tunjukan Pemuda Sulut yang Berkompetitif, Berintegritas dan Mampu Bersaing

Setengah jam berlalu. Kapal yang ditumpangi paslon MaSi merapat ke dermaga. HRM akhirnya kembali menginjakan kaki di dermaga yang dia bangun 1 tahun silam sejak masih menjabat bupati Sangihe. Tak lama, dr Andy keluar dari kapal. Kedua putra terbaik Sangihe ini terus didampingi istri Ny Wiesje Abigail Rompis dan Rinny Tamuntuan.

Paslon MaSi berdiri di atas dermaga bersama ratusan masyarakat Kahakitang mengenakan baju berwarna merah. Selanjutnya, dikawal masyarakat sekitar mengintari jalan setapak kampung, paslon MaSi menuju lokasi kampanye terbatas. Rumah-rumah didominasi bendera PDIP. Ini menandakan kecintaan masyarakat terhadap paslon MaSi dan militansinya untuk PDIP. Sorakan lanjutkan sontak keluar dari mulut mereka. “Isie seng. Lanjutkan,” teriak warga.

Usai melaksanakan kampanye terbatas di Kahakitang, perjalan paslon MaSi tidak berhenti di situ. Pada hari itu juga, keduanya langsung bertolak ke Pulau Para. Artinya, harus menempuh 1 jam perjalan dari Kahakitang. Perjalanan panjang kami terobati saat tiba di lokasi.

Pulau Para sangat mempesona. Keindahan pulau-pulau di sekitar Para, ditambah kebersihan tetap terjaga, menjadikannya sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Tampak pula pulau Kabupaten Sitaro yang mulai jelas.

Baca Juga:  BERITA FOTO: Andrei Angouw Mendampingi Olly Dondokambey Sambut Wapres Ma'ruf Amin

Ketika tiba di dermaga Para, paslon MaSi disambut tak kalah antusias pendukung fanatiknya. Di sini, kedua paslon menjalani beberapa rangkaian. Mulai dari kampanye terbatas dan malam keakraban. Lebih hebat, keduanya tinggal satu malam. Saking kecintaannya, masyarakat Para mengajak kepada paslon nomor 1 ini menari Ampat Wayer sampai pagi.

Menurut salah satu wakil rakyat Dapil Tatoareng, Benhur Takasihaeng HRM telah banyak membuktikan diri berbakti bagi masyarakat Tatoareng.”Masarakat di sini sudah cerdas dalam memilih bupati. HRM telah menunjukan kerja keras untuk Sangihe dan kita tinggal melanjutkan. Apalagi sekarang beliau didampingi dr Andy Silangen, seorang pemimpin cerdas yang memiliki visi-misi cerdas dalam mewujudkan kabupaten bahari sejahtera dan bermartabat,” kata Benhur.

Sementara itu, Paulus Kakomore salah satu warga menuturkan, tidak ada alasan untuk tidak memilih MaSi.”Di jaman HRM, signal telepon lancar. Dermaga dibangun sehingga kapal cepat bisa berlabuh di sini. Ini juga mengakibatkan arus transportasi di sini menjadi lancar,” tukasnya.

Sementara itu, Silangen dalam sebuah kesempatan menjelaskan, kelak jika mendapatkan mandat dari Tuhan bersama HRM memimpin Sangihe, siap mengembangkan potensi kelautan dan perikanan di Kecamatan Tatoareng.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *