Nonce: Saya Ingin Jadi Penyanyi

  • Whatsapp
Foto: manadonews/Steven

 

Foto: manadonews/Steven

LOLAK, MANADONEWS – Demikian harapan serta cita – cita dari seorang anak yatim piatu yang tinggal di Panti Asuhan ” AMAZIA ” yang berada di Desa Sauk Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) ketika manadonews berkunjung.

Bacaan Lainnya

Panti asuhan ini menampung sebanyak 39 anak, 23 anak laki-laki dan 16 anak perempuan. Aktifitas keseharian sama seperti anak – anak yang lain, bersekolah, bermain, dan juga melaksanakan ibadah bersama, bahkan mereka diberi kebebasan oleh pihak panti untuk membaur dengan teman – teman yang ada di desa.

Anak-anak tersebut berasal dari berbagai daerah, ada yang dari Minahasa, Bolmong, Gorontalo, Palu bahkan ada yang dari negara Filipina.

Menurut pengakuan Susye Wowor selaku Ketua Yayasan ” Kineret ” yang merupakan yayasan pengelola panti tersebut,anak yang berasal dari Filipina ditemukan oleh seorang warga desa Sauk yang bekerja di kota Bitung 4 tahun silam.

Baca Juga:  Olly: Insan Pers Berperan Penting Dalam Pembangunan Sulut

“Anak tersebut ditemukan di seputaran dermaga kota Bitung dan diajak kemari,lalu kami rawat serta menyekolahkannya ” ujar wowor.

Selain itu,Wowor menambahkan bahwa sebagian anak- anak yang ada di panti diantar langsung oleh orang tua mereka,dikarenakan faktor perekonomian keluarga dan masalah antara orang tua.

“Pernah ada keluarga yang ingin mengadopsi anak di panti ini,namun anak tersebut tidak mau,seharusnya keluarga yang mau mengadopsi melakukan pendekatan emosional terlebih dahulu kepada anak tersebut dari jauh hari,”   tambah Wowor.

Sedangkan untuk biaya operasional panti dan biaya hidup, pihak panti hanya berharap dari bantuan oleh para dermawan yang datang berkunjung.

Menurut informasi,panti asuhan ” AMAZIA ” merupakan satu-satunya panti asuhan Kristen di wilayah Bolmong yang terdaftar di Dinas Sosial ( Dinsos ) Kabupaten Bolmong. Sedangkan bantuan yang diperoleh hanya berupa nutrisi,dan bantuan tersebut diberikan oleh Dinsos Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2016 silam.
( steven rapar )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *