Aneh, Mata Air Muncul Dalam Rumah Warga di Paslaten Tomohon

  • Whatsapp
Salah satu rumah warga, keluarga Wowor paat, yang dalam rumah tergenang air karena mata air muncul didalam kamar.
Salah satu rumah warga, keluarga Wowor paat, yang dalam rumah tergenang air karena mata air muncul didalam kamar.

TOMOHON, MANADONEWS – Fenomena alam aneh terjadi di Kelurahan Paslaten Dua Lingkungan Tujuh Kecamatan Tomohon Timur, dimana sejumlah rumah warga tergenang air yang keluar dari mata air dibawah rumah penduduk.

Menurut warga setempat, awalnya mengira air yang keluar hanya air sisa hujan yang terjadi pada Minggu (19/2) lalu. Namun ternyata air tidak henti-hentinya terus keluar dan menggenangi halaman warga hingga dalam rumah, kendati telah dihisap pakai alkon.

Bacaan Lainnya

“Pada Senin (20/2) pagi, kami mencoba menghisap air keluar dengan alkon, tapi setelah beberapa waktu ternyata air tidak kunjung habis. Ternyata setelah kami periksa, didapati ada titik mata air yang terus mengeluarkan air,” kata Rosa Poluan.

Hal ini ternyata tidak hanya terjadi ditempatnya saja, melainkan terjadi di beberapa tempat lainnya di sekitarnya.

Sementara menurut warga lainnya Nelly Paat, yang turut menjadi korban, kejadian serupa pernah terjadi pada beberapa tahun yang lampau di daerah tersebut.

Baca Juga:  Pemkot Tomohon Launching Kelurahan Hijau

“Hal ini juga pernah terjadi di Tahun 71 dimana air meluap hingga ke jalan. Dahulu jalan belum aspal jadi disepanjang jalan penuh air dan air baru surut setelah sekitar 2 minggu,” ungkap Nelly.

Atas fenomena ini, warga akhirnya melaporkan ke pihak pemerintah Kelurahan Paslaten Dua. Terkait hal ini, Lurah Albert Mongi mengatakan bahwa fenomena ini sulit untuk dijelaskan karena ada sekitar 10 titik mata air yang keluar sekitar di Kelurahan Paslaten ini, bahkan sekitar tiga titik mata air keluar didalam rumah warga, salah satunya di kediaman keluarga Wowor Paat.

“Menurut laporan warga fenomena ini terjadi sekitar Senin lalu. Awalnya sama seperti warga kami mengira hanya peristiwa biasa. Namun ternyata air terus keluar tanpa henti sehingga kami langsung turun dan langkah awal yang bisa kami lakukan adalah membuat jalur air agar bisa mengurangi debit air yang menggenangi rumah dan halaman. Kejadian ini sudah kami laporkan ke Wali Kota Tomohon dan Dinas terkait lainnya,” ujar Lurah.

Baca Juga:  Sebut jadi Pembeda dalam Satu Dekade Terakhir, Ini Tantangan Taufik Tumbelaka kepada Jems Tuuk

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Drs ODS Mandagi, yang juga turun ke Lokasi mengatakan, pihaknya saat ini belum bisa menyimpulkan apa penyebabnya dan masih akan melakukan penelitian lebih lanjut. Namun dikatakannya, bahwa kadar air yang keluar tidak berbahaya karena tidak berbau dan jernih.

“Terkait kejadian ini, selama satu minggu kedepan akan terus kita pantau dan teliti. Kalau memang tak kunjung hilang maka akan kami ambil tindakan karena pastinya jika kejadian terus berlanjut, aktifitas warga akan sangat terbatas,” tandas Kadis.

Diketahui, sekitar delapan rumah dan 14 keluarga terkena dampak dari peristiwa tersebut.

Fransiscus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *