Komisi lll Soroti Kinerja Dinkes

foto puskesmas sangtombolang

 

BOLMONG,MANADONEWS,-. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Bolaang Mongondow ( Bolmong ) melalui komisi III, menyoroti kinerja Dinas Kesehatan ( Dinkes ) Pemkab Bolmong.Terkait adanya instansi dibawah struktur dinas tersebut melakukan Pungutan Liar ( Pungli ) kepada pasien rawat inap. Seperti yang dilakukan Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas ) Kecamatan Sangtombolang.

Menurut Swempri Rugian, anggota komisi III DPRD Bolmong, ketidakmampuan management Dinkes dapat diukur dengan adanya pungli di Puskesmas Sangtombolang di Desa Maelang, pasien yang memiliki Kartu Indonesia Sehat ( KIS ) dipungut biaya oleh salah satu oknum dokter.

” Pasien yang lagi membutuhkan pertolongan kesehatan, yaitu orang tuanya Sapri Lauso Kepala Desa Babo Kecamatan Sangtombolang, yang menjalani rawat inap pada beberapa waktu yang lalu, dan memiliki KIS ternyata diminta biaya oleh Dokter Mikael Karo Karo ” jelas Swempry pada minggu ( 26/3 ).

Tidak itu saja, Legislator dari fraksi PDI-P juga menambahkan,untuk menagih biaya kepada pasien,oknum dokter menyuruh perawat Puskesmas.

“ Biaya dokter Karo karo dari laporan yang saya terima, berjumlah Rp 1.350.000,yang merupakan biaya obat miliknya.Untuk penagihan,dokter menyuruh kepada perawat Puskesmas,sehingga keluarga tahu itu merupakan biaya dari Puskesmas,yang ternyata masuk di kantong pribadi oknum dokter tersebut “tambah Swempry.

Baca Juga:  Ini Pesan Bupati Yasti Pada Pengurus Muhammadiyah Bolmong Yang Baru

Swempry juga menjelaskan,selaku lembaga yang mengawasi kinerja Eksekutif sangat menyesalkan hal tersebut.

” Kami sangat menyesal dengan ulah si oknum dokter Karo Karo ini,sebab selain itu juga oknum ini diduga pernah berbuat kasus hukum dengan melakukan penganiayaan kepada salah satu wartawan media online,yang kasusnya sementara berproses di Polres Bolmong” kesalnya.

Dia juga akan menseriusi permasalahan ini, dengan memanggil dua instansi tersebut untuk dimintai klarifikasi terkait permasalahan yang ada di Dinas Kesehatan Pemkab Bolmong itu.

“ Saya selaku anggota komisi III yang bermitra kerja dengan Dinkes, akan merekomendasikan ke komisi untuk mengundang semua pihak terkait untuk diminta klarifikasi, jika terbukti maka kami tidak segan-segan untuk meminta rekomendasi kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini,” tegas Swempry.

Menanggapi hal tersebut,Kepala Dinas ( Kadis ) Dinkes Bolmong, Julin Papuling langsung menghubungi Kepala Puskesmas Sangtombolang lewat telepon genggam.Dalam pembicaraan tersebut Papuling sangat menyayangkan permasalahan tersebut.

” Itu tidak bisa,nantinya kami akan tindak lanjuti “warning Julin.

Kadis menambahkan,hal ini berbeda jika pasien berobat langsung ke klinik dokter pribadi dan diberikan obat,tapi kalau berobat di puskesmas,harus memakai obat puskesmas.Jika tidak ada obat tersebut,harus di beli sendiri dan tidak memasukan di biaya saat pasien keluar perawatan,karena kalau pasien memiliki KIS harus gratis.

Baca Juga:  Memasuki Akhir Oktober 2020, Realisasi PAD Pemkot Kotamobagu Capai 82 Persen

” Hal ini jangan dibiarkan,apalagi untuk oknum-oknum yang melakukan pungli,saya juga akan membuat surat edaran kepada setiap kapus untuk tegas terhadap bawahannya”tutup Julin.

Ketika di mintai klarifikasi kepada Kepala Puskesmas ( Kapus ) Sangtombolang Junaidi Mamonto mengatakan,pihak puskesmas Sangtombolang menerima pasien pemegang KIS.

” Kalau mengenai tagihan 1.350.000, itu merupakan biaya obat dari dokter yang dibayar pasien rawat inap,yang saat penagihan di suruh dokter kepada perawat puskesmas “beber Junaidi.

Kapus juga menambahkan,bahwa kejadian ini bukan pertama kali terjadi di puskesmas Sangtombolang.

” Setiap Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang ) tingkat kecamatan Sangtombolang,beberapa Sangadi selalu bertanya kepada saya,terkait mahalnya biaya perawatan di Puskesmas.Hal ini juga sudah beberapa kali saya laporkan ke Kadis yang lalu ( Drg Rudiawan ),namun tidak ada tindakan ” jelas Kapus.
( steven rapar )

Pos terkait