9 Kapal Asing Ditenggelamkan Polairud Sulut

  • Whatsapp

Bitung, MN – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Sulawesi Utara kembali menenggelamkan 9 kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Sulut, Sabtu pagi (1/4-2017).

Penenggelaman kapal-kapal ini dilakukan di perairan antara Kota Bitung dan Kema, kabupaten Minahasa Utara, dengan cara diledakkan memakai bahan peledak daya rendah (low explosive), yang dipasang oleh tim gegana.

Kapolda Sulut Irjen Pol.Drs. Bambang Waskito memberi perintah peledakkan dari atas kapal patroli KP.Punai 5000 yang bertindak sebagai kapal komando. Sementara 5 kapal lainnya dari Polair dan PSDKP siaga di radius sekitar 4 ratus meter dari lokasi ledakan.

Sesaat sebelum penenggelaman, Kapolda melaporkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, sebagai komandan Satuan Tugas 115 melalui telepon seluler. Secara bersamaan hari ini, menteri memonitor 12 lokasi di Indonesia yang melakukan penenggelaman kapal pencuri ikan dengan total 81 unit.

Menurut Kapolda penenggelaman 9 kapal asing ini dilakukan setelah mendapat keputusan tetap (inkrach) dari Pengadilan Negeri yang memutuskan kapal-kapal tersebut terbukti bersalah dan disita negara serta harus dimusnahkan.

Baca Juga:  Sekdakot Tomohon Ikut Rakor Khusus tentang Inpres Nomor 6 Tahun 2020 bersama Tiga Menteri dan Panglima TNI

“Selamat pagi ibu Menteri sebagai komandan Satuan Tugas 115. Mohon ijin kami melaporkan kegiatan pemusnahan kapal yang digunakan dalam tindak pidana perikanan I area Bitung siap, dengan jumlah 9 kapal dan sudah mendapat putusan Pengadilan Negeri yang bekekuatan tetap (inkrach). Selanjutnya menunggu perintah Dan Satgas 115 untuk dimusnahkan”, demikian Kapolda dalam laporannya.

Kapolda langsung menghitung mundur 10 hingga 1 memberi aba-aba kepada petugas detonator melalui handy talkie untuk meledakkan kapal. Ledakan menimbulkan gumpalan api dan asap hitam pekat. Hanya sepersekian detik 9 badan kapal hancur berantakan dan mulai tenggelam.

Peledakkan kapal sengaja dilakukan sekitar 5 mil dari pesisir pantai dan di perairan cukup dalam sekitar 75 meter untuk menghindari efek ledakkan.

Beragam kapal asing bertonase sekitar 10 hingga 30 grosston ini sengaja ditenggelamkan di perairan antara Kota Bitung dan Kema, dengan tujuan sisa bangkai kapal dapat menjadi sarang ikan yang berguna bagi nelayan pesisir.

Sebelumnya pada tahun 2016 lalu sudah puluhan kapal ditenggelamkan Ditpolairud Sulut. Penenggelaman 9 kapal ini adalah yang pertama di tahun 2017 di Bitung.

Baca Juga:  Parkiran Depan Laboratorium Prodia Manado Gunakan Badan Jalan, Salah Satu Pemicu Kemacetan

Direktur Polair Sulut, Kombes.Pol. Jemmy Rusdiantoro mengungkapan saat ini seakan ada pola baru para pencuri ikan. “Dulu, kapal-kapal yang tertangkap mencuri ikan bertonase besar. Sekarang ada indikasi pencuri ikan sengaja merobah 1 kapal yang besar menjadi 10 kapal-kapal kecil, jadi jika tertangkap ya sudah ditangkap saja”, kata Rudiantoro sebelum peledakkan 9 kapal.

Ikut menyaksikan peledakkan kapal, antara lain Kajati Sulut, Komandan Lantamal VIII, Danlanudsri, Kapolres Bitung dan Minut, Kajari Bitung, Danyonmarhanlan, Dandim 1310 Bitung serta kepala PSDKP.

Rombongan berangkat dari dermaga markas Ditpolairud di Tandurusa, Aertembaga kota Bitung. (Jef)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *