Puncak Kemeriahan WKD 2017, Jadi Ajang Kampanye Ginjal Secara Global

 

Manado, MN – Sekitar lebih dari 250 orang peserta Kidney Fun Walk telah memeriahkan acara puncak World Kidney Day (WKD) atau Hari Ginjal Sedunia 2017 pada hari Sabtu 01 April 2017 yang diselenggarakan di Kawasan Mega Mas Manado. Acara ini dihadiri para dokter bagian Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, Kepala Kantor BPJS Regional Sulawesi, Kepala Kantor BPJS Cabang Manado, para perawat unit hemodialisis dari berbagai rumah sakit dalam dan luar kota Manado serta pasien-pasien yang tengah menjalani terapi Hemodialisis.

Dalam acara tersebut telah dilaksanakan berbagai kegiatan yang sangat meriah seperti jalan sehat dan diikuti dengan senam ginjal sehat, serta talk show secara live di RRI. Acara WKD pada tahun ini sangat spesial karena dilangsungkan selama 1 bulan sejak tanggal 09 Maret 2017 yang telah dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. dr. Emma Sy. Moeis, SpPD-KGH selaku Koordinator Wilayah Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Sulawesi Utara dan sekitarnya pada acara Penyuluhan Kesehatan Ginjal di RSUP Prof. dr. Kandou Manado dan Pencanangan Gerakan Minum Air (AMIR).

Baca Juga:  Watung Hadiri Malam Grand Final Uyo dan Nanu

Profesor Emma dalam sambutannya menjelaskan bahwa World Kidney Day (WKD) atau Hari Ginjal Sedunia adalah kampanye global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ginjal bagi kesehatan dan dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi akibat penyakit ginjal.

“Setiap tahun pada minggu ke-2 bulan maret masyarakat dunia beramai-ramai mengadakan WKD ini dengan berbagai acara untuk kampanye global kesehatan ginjal. Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah salah satu penyakit tidak menular yang insidensnya cukup tinggi dimana PGK ini berdasarkan data epidemiologi terjadi pada 1 dari 10 orang di dunia yang tidak dapat diobati dan menyebabkan penderita membutuhkan perawatan seumur hidup,” terang Emma.

 

Oleh karenanya seiring dengan semakin meningkatnya angka kesakitan akibat penyakit ginjal, maka Hari Ginjal Sedunia ini menurut Emma, berperan penting dalam mengedukasi masyarakat tentang upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit ginjal.

Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara WKD 2017 Sulut dr. Stella Palar, SpPD-KGH dalam sambutannya menerangkan bahwa tema WKD tahun 2017 adalah ‘Penyakit Ginjal dan Obesitas: Gaya Hidup Sehat untuk Ginjal Sehat’, untuk mengajak masyarakat melakukan perubahan pola hidup sehat untuk mencegah obesitas agar tidak terkena penyakit ginjal.

Baca Juga:  Sjamsul Nursalim Resmi Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

“Seperti dilansir oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bahwa sebanyak 10 persen dari populasi global menderita PGK dan sebanyak 600 juta orang di dunia mengalami obesitas, dimana 220 juta di antaranya adalah anak usia sekolah. Pada orang dengan obesitas, organ ginjal harus bekerja lebih berat dalam menyaring darah lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan metabolik yang meningkat sesuai berat badannya. Peningkatan fungsi ini dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan meningkatkan risiko terjadinya PGK dalam jangka waktu yang lama. Orang dengan obesitas lebih berisiko 83 persen untuk menderita PGK dibandingkan orang dengan berat badan normal. Menurunkan berat badan berlebih dan mencegah terjadinya diabetes, hipertensi dan penyakit jantung akan menurunkan risiko penyakit ginjal,” jelas Stella.

Dalam rangkaian WKD 2017 ini sudah dilaksanakan berbagai kegiatan seperti Penyuluhan Kesehatan di Panti Werda “Damai” Ranomuut bersamaan dengan Pencanangan Gerakan Minum Air, yang diikuti dengan Simposium Hipertensi tanggal 11 Maret 2017 di Kota Kotamobagu yang bertempat di Hotel Sutanraja, Kotamobagu yang dihadiri oleh semua dokter yang tergabung dalam keluarga besar IDI cabang Bolaang Mongondow, jelas dr. Cerelia Sugeng, SpPD sebagai Sekretaris Panitia. Pada tanggal 16 Maret 2017 juga telah dilaksanakan simposium dokter dengan tema “Strategi penatalaksanaan hipertensi dan dislipidemia” di RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado dan dilanjutkan dengan acara PERNEFRI goes to Office (Simposium Awam) di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara. Selanjutnya pada Rabu 29 Maret lalu telah dilaksanakan acara PERNEFRI goes to School di SMA Negeri 9 Manado, dengan peserta siswa-siswi dan guru sebanyak 150 orang. Live Talkshow juga telah dilaksanakan di Kompas TV dengan narasumber Prof. Dr. dr. Adrian Umboh, SpA-K (Dekan FK Unsrat) dan dr. Stella Palar, SpPD-KGH. Besar harapan melalui acara kampanye global WKD 2017 ini masyarakat akan semakin peduli dengan kesehatan ginjal melalui upaya preventif terutama mencegah terjadinya obesitas dan penyakit metabolik lain sebagai faktor risiko utama terjadinya penyakit ginjal kronik.

Baca Juga:  Tim Kejati Sulut Serahkan Bantuan Terdampak Banjir Bandang di Sulteng

Pos terkait